Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Sabtu, 07 Februari 2026, 4:51:00 PM WIB
Last Updated 2026-02-07T09:51:34Z
BERITA PERISTIWANEWS

Sopir Minibus MBG Diamuk Massa Usai Tabrak Pagar SD dan Pukul Warga di Kebumen

Advertisement


KEBUMEN |MatalensaNews.com– Suasana Desa Clapar, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, mendadak mencekam setelah seorang sopir minibus angkutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sasaran amuk massa. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (6/2/2026) dan viral di media sosial pada Sabtu (7/2/2026).


Aksi main hakim sendiri itu dipicu oleh perilaku arogan sopir yang mengemudikan kendaraan secara ugal-ugalan hingga kehilangan kendali dan menabrak pagar Sekolah Dasar (SD) di Desa Clapar.


Berdasarkan sejumlah video yang beredar di media sosial, insiden bermula saat mobil minibus MBG melaju kencang di jalan desa sebelum akhirnya menghantam pagar sekolah. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut awalnya datang dengan niat membantu dan menolong sopir.


Namun, situasi berubah drastis. Sopir tersebut justru bersikap agresif dan melakukan pemukulan terhadap warga yang mencoba memberikan pertolongan. Tindakan kasar itu memicu ketegangan di lokasi kejadian.


Usai memukul warga, pelaku sempat berusaha melarikan diri menggunakan kendaraan yang dikemudikannya. Namun upaya kabur tersebut gagal lantaran kondisi mobil mengalami kerusakan cukup parah akibat kecelakaan.


Perilaku sopir yang dinilai arogan dan menyerang warga di lingkungan desa sendiri memancing kemarahan masyarakat. Dalam waktu singkat, warga Desa Clapar berdatangan ke lokasi kejadian. Emosi massa yang tersulut akibat keributan yang ditimbulkan pelaku akhirnya berujung pada aksi pengeroyokan terhadap sopir tersebut.


Mendapat laporan kejadian, pihak kepolisian bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan situasi. Petugas mengevakuasi sopir dari kepungan massa guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait insiden tersebut, termasuk meminta keterangan sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti guna proses hukum lebih lanjut.(Sofie Rahmawati)