Advertisement
![]() |
| Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Dyah Lukisari |
Laporan : Djoko S
Semarang|MatalensaNews.com-Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) memastikan ketersediaan stok pangan menjelang Ramadan tahun ini dalam kondisi aman dan mencukupi, namun tetap mewaspadai potensi lonjakan harga yang dimanfaatkan oleh para spekulan dan oknum pelaku usaha.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Dyah Lukisari, menyampaikan bahwa stok bahan pangan strategis seperti beras, minyak goreng, daging, serta komoditas lainnya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan suci ini. Kondisi stok pangan di tingkat provinsi maupun nasional saat ini terpantau dalam keadaan surplus, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan pangan.
Meski begitu, Dyah mengingatkan bahwa tantangan utama bukan hanya pada jumlah stok, melainkan pada stabilitas harga di pasar. Peningkatan permintaan menjelang Ramadan sering dimanfaatkan sejumlah pelaku usaha untuk menaikkan harga secara tidak wajar. Untuk itulah, Pemerintah Provinsi bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Satgas Pangan melakukan pengawasan langsung harga komoditas di pasar untuk memastikan harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemprov Jateng juga menyusun program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang akan digelar baik secara nasional maupun di tingkat kabupaten/kota, dengan target penjualan harga pangan lebih terjangkau. Program ini diharapkan dapat menekan praktik penimbunan oleh spekulan sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan.
Kesiapan stok ini sejalan dengan data pemerintah pusat yang menunjukkan bahwa stok beras di tingkat nasional dan regional berada di posisi yang kuat, bahkan cadangan pangan pemerintah masih cukup besar dibanding kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Dengan langkah pengawasan harga yang intensif dan penyediaan pangan yang memadai, pemerintah optimistis kebutuhan masyarakat akan bahan pokok akan tetap aman dan stabil sampai setelah Ramadan.
Kalau kamu ingin versi berita dengan format lebih singkat (ringkas) atau ingin ditambahkan kutipan narasumber lain atau detail data stok (mis. jumlah ton beras Bulog), saya juga bisa buatkan!

