Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Senin, 16 Februari 2026, 12:18:00 AM WIB
Last Updated 2026-02-15T17:18:09Z
BERITA PERISTIWANEWS

Tiga Remaja di Grobogan Jadi Korban Ledakan Petasan, Satu Dirawat Inap di RS Panti Rahayu Purwodadi

Advertisement


Laporan : Rendy


GROBOGAN|MatalensaNews.com – Tiga remaja di Kabupaten Grobogan menjadi korban ledakan petasan saat meracik bahan peledak yang dibeli secara online. Insiden tersebut terjadi di Dusun Sanggih, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Grobogan, Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.


Kapolsek Toroh, AKP Joko Ismanto mengatakan peristiwa itu terjadi di rumah milik Suhartanto, RT 6 RW 3 Dusun Sanggih.


“Di rumah Bapak Suhartanto RT 6 RW 3 Dusun Sanggih, terjadi peristiwa ledakan akibat bahan petasan,” kata AKP Joko Ismanto dalam keterangan tertulis, Minggu (15/2/2026) malam.


Ia menjelaskan, kejadian bermula saat tiga remaja berinisial AS (15), FS (13), dan AN (15) tengah meracik bahan petasan atau obat mercon yang mereka beli melalui aplikasi TikTok.


Menurutnya, bahan kimia yang dicampur antara lain natrium benzoat, belerang, dan KCLO. Proses peracikan dilakukan secara manual menggunakan peralatan sederhana.


“Korban mencampurnya secara manual menggunakan wadah bekas plastik dan tempat nasi plastik warna hijau untuk mengayak campuran tersebut serta menggunakan gagang kayu untuk mengaduk. Setelah selesai, tiba-tiba bahan tersebut meledak,” ujar Joko.


Ledakan diduga terjadi saat proses pengadukan campuran bahan kimia tersebut. Suara dentuman keras membuat warga sekitar terkejut. Akibat ledakan itu, bagian atap rumah lokasi peracikan mengalami kerusakan parah.


Ketiga remaja tersebut mengalami luka-luka dengan tingkat berbeda. Korban AS (15) mengalami syok namun tidak mengalami luka fisik dan dirawat di klinik setempat.


Sementara FS (13) mengalami luka bakar ringan di kedua kaki, kedua tangan, dan wajah. Ia juga mengalami luka di dada sebelah kiri akibat percikan benda tajam dengan lebar sekitar 5 sentimeter dan harus mendapatkan delapan jahitan.


Adapun AN (15) mengalami luka bakar sedang di bagian tangan kiri, kedua paha belakang, dan kedua kaki. Saat ini korban menjalani perawatan inap di RS Panti Rahayu Yakkum Purwodadi.


Kapolsek Toroh mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama terkait penggunaan bahan peledak dan pembelian bahan berbahaya secara daring.


Peristiwa ini menjadi peringatan keras akan bahaya meracik petasan secara mandiri tanpa pengetahuan dan standar keamanan, yang dapat berujung pada cedera serius bahkan kematian.