Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Sabtu, 21 Februari 2026, 2:20:00 PM WIB
Last Updated 2026-02-21T07:20:42Z
BERITA PERISTIWANEWS

Tiga Remaja Putri Tewas Tersambar Kereta di Perlintasan Kedungmiri Batang, Satu Korban Terseret 3 Kilometer

Advertisement


Laporan : Djoko S


BATANG|MatalensaNews.com – Tiga remaja perempuan tewas mengenaskan setelah tersambar kereta api di perlintasan wilayah Kedungmiri, Kasepuhan, Kabupaten Batang, Sabtu (21/02/2026) pagi.


Dua korban ditemukan di sekitar lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya terseret hingga kurang lebih tiga kilometer dari titik awal tertabrak.


Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, sebelum kejadian ketiga korban bersama puluhan muda-mudi lainnya berada di area perlintasan rel usai sahur. Mereka diduga tengah beraktivitas dan berkumpul di sekitar jalur kereta api.


Saat itu, ketiga korban disebut sedang fokus merekam video kereta api yang melintas dari arah barat ke timur. Namun nahas, di saat bersamaan melaju kereta lain dari arah timur menuju barat tepat di jalur tempat para korban berdiri.


Karena diduga tidak menyadari datangnya kereta dari arah berlawanan, ketiganya langsung tersambar hingga terpental. Dua korban ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian, sementara satu korban terseret cukup jauh mengikuti laju kereta.


Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas. Petugas bersama warga segera melakukan evakuasi terhadap para korban.


Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dari Polsek Batang Kota yang wilayahnya berdekatan dengan lokasi kejadian belum memberikan keterangan resmi. Petugas masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut.


Ketiga korban diketahui berjenis kelamin perempuan dengan perkiraan usia antara 13 hingga 16 tahun. Saat ini, jenazah para korban disemayamkan di kamar jenazah RSUD Kalisari Batang untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.


Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar mengawasi aktivitas anak-anak dan tidak beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api demi keselamatan bersama.