Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Sabtu, 07 Maret 2026, 9:10:00 PM WIB
Last Updated 2026-03-07T14:11:04Z
BERITA UMUMNEWS

BGN Tutup Pendaftaran Mitra MBG, Masyarakat Diminta Waspadai Jual Beli Titik SPPG hingga Rp200 Juta

Advertisement

Wakil Ketua BGN, Sony Sanjaya

Jakarta|MATALENSANEWS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa pendaftaran sebagai mitra dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini telah resmi ditutup. Masyarakat pun diminta waspada terhadap berbagai modus penipuan, termasuk praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh oknum yang meminta sejumlah uang.


Wakil Ketua BGN, Sony Sanjaya, mengatakan pihaknya menemukan adanya informasi mengenai praktik jual beli titik SPPG dengan nilai fantastis, bahkan mencapai ratusan juta rupiah.


“Sekarang sistemnya sudah ditutup. Oleh karena itu, waspadai orang-orang yang bilang masih bisa daftar karena bisa kita drop langsung. Saya pernah menerima video orang yang menyebarkan informasi titik jual beli itu Rp200 juta,” ujar Sony dalam sebuah siniar yang diikuti di Jakarta, Jumat (6/3/26).


Ia menegaskan bahwa BGN akan menindak tegas setiap praktik jual beli titik SPPG. Jika terbukti ada transaksi semacam itu, maka titik tersebut akan langsung diturunkan dari sistem.


Menurut Sony, setiap titik SPPG yang terbukti hasil jual beli otomatis tidak akan diverifikasi dan akan dibatalkan oleh BGN. Selain itu, calon mitra yang terlibat juga akan diblokir dari sistem pendaftaran resmi BGN di mitra.bgn.go.id.


Sony juga mengimbau masyarakat yang menemukan pihak-pihak yang menawarkan titik SPPG dengan imbalan uang agar segera melaporkannya.


“Laporkan orang yang meminta uang tersebut. Ketika saya sudah mendapatkan bukti dan dokumen pendukung bahwa ternyata titik SPPG ini hasil jual beli, ya saya turunkan,” tegasnya.


BGN juga mewaspadai adanya modus lain yang dilakukan oleh oknum calon mitra. Salah satunya adalah berpura-pura menjadi korban penipuan setelah membangun dapur untuk meyakinkan BGN agar tetap memverifikasi mereka sebagai mitra program MBG.


Sony menjelaskan, ada beberapa orang yang mengaku telah ditipu setelah membangun dapur namun tidak terdaftar dalam sistem. Namun ketika diminta menyebutkan siapa pelaku penipuannya, sebagian dari mereka justru tidak dapat memberikan jawaban yang jelas.


“Kalau dia tidak mau jawab atau hanya bilang ‘ya ada lah, Pak’, maka sudah tentu itu modus. Tetapi kalau yang benar-benar ditipu, biasanya sudah melapor ke polisi dan jelas siapa penipunya,” jelasnya.


Ia menambahkan, dalam beberapa kasus penipuan yang benar-benar terjadi, kerugian yang dialami korban bisa mencapai sekitar Rp100 juta per orang.


Lebih lanjut, Sony menegaskan bahwa saat ini BGN telah menutup pendaftaran SPPG karena kuota yang dibutuhkan untuk mendukung Program MBG telah terpenuhi. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 24 ribu SPPG telah berdiri di berbagai daerah di Indonesia untuk melayani pelaksanaan program tersebut.


BGN pun kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan bisa memasukkan calon mitra ke dalam sistem dengan imbalan tertentu, karena seluruh proses pendaftaran resmi telah ditutup.(Red/GT)