Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Jumat, 13 Maret 2026, 12:26:00 AM WIB
Last Updated 2026-03-12T17:26:02Z
BERITA UMUMNEWS

Gibran Respons Permintaan Maaf Rismon soal Tudingan Ijazah Jokowi: Ramadan Momentum Saling Memaafkan

Advertisement


Solo|MATALENSANEWS.COM – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka merespons permintaan maaf yang disampaikan oleh Rismon Hasiholan Sianipar terkait polemik tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Gibran menilai permintaan maaf tersebut merupakan langkah baik, terlebih disampaikan pada momentum bulan suci Ramadan yang identik dengan saling memaafkan.


“Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan,” kata Gibran dalam pernyataan tertulis yang disampaikan Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden, Kamis (12/3/2026).


Gibran menyampaikan apresiasi atas sikap Rismon yang telah memberikan klarifikasi sekaligus kesediaannya meninjau kembali pernyataan-pernyataan yang sebelumnya disampaikan kepada publik. Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan kedewasaan dalam kehidupan berdemokrasi.


Sebelumnya, Rismon yang kini berstatus tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi diketahui telah mengajukan penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice (RJ). Ia juga mendatangi kediaman Jokowi di Solo untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung.


Permintaan maaf itu juga disampaikan Rismon melalui sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Balige Academy. Dalam video tersebut, ia mengaku menemukan fakta baru terkait polemik ijazah Jokowi setelah melakukan penelitian lanjutan.


“Berdasarkan hasil penelitian saya saat ini yang merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya, saya menemukan kebenaran baru atas ijazah Bapak Joko Widodo,” ujar Rismon dalam video tersebut, Kamis (12/3/2026).


Rismon menyatakan akan menarik diri dari polemik terkait ijazah Jokowi maupun ijazah Gibran. Ia juga berencana membuat sanggahan terhadap dua buku yang pernah ditulisnya, yakni Jokowi Paper dan Gibran End Game, serta berupaya menarik buku tersebut dari peredaran.


“Dengan demikian saya keluar dari permasalahan terkait ijazah Bapak Joko Widodo termasuk ijazah Bapak Gibran Rakabuming Raka. Saya akan membuat antitesa terhadap buku Jokowi Paper dan buku Gibran End Game yang menjadi tulisan saya,” kata dia.


Lebih lanjut, Rismon menegaskan bahwa sejak awal dirinya tidak memiliki kepentingan politik dalam polemik tersebut. Ia mengaku merasa telah dieksploitasi oleh pihak-pihak tertentu yang mempersoalkan ijazah Jokowi dan Gibran.


“Sejak awal tidak ada interest saya terhadap politik. Maka dengan ini saya melepaskan diri dari segala kontestasi politik yang sekiranya ada kaitannya dengan ijazah Bapak Joko Widodo dan Bapak Gibran Rakabuming Raka,” ucapnya.


Dalam kesempatan yang sama, Rismon juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Polri dalam menangani kasus tersebut. Ia menilai aparat penegak hukum telah bekerja secara profesional.


Rismon bahkan menyatakan kesiapannya membantu kepolisian memberikan edukasi kepada masyarakat apabila diperlukan.


“Polri sudah bekerja secara profesional terhadap perkara ijazah Bapak Joko Widodo. Saya siap membantu setiap langkah Polri ke depan untuk mengedukasi masyarakat terkait apa pun yang sekiranya diperlukan,” ujarnya.


Di akhir pernyataannya, Rismon kembali menyampaikan permohonan maaf kepada Jokowi dan Gibran atas polemik yang telah terjadi. Ia berharap permohonan maaf tersebut dapat diterima.


“Dari hati saya yang paling dalam, demi kejujuran dan objektivitas penelitian terhadap permasalahan tersebut, saya memohon maaf kepada Bapak Joko Widodo dan Bapak Gibran Rakabuming Raka,” kata Rismon.


Ia juga mengimbau pihak lain yang terlibat dalam polemik serupa untuk membuka hati dan pikiran serta mempertimbangkan langkah penyelesaian melalui restorative justice.


“Saya mengimbau pihak lain yang terlibat dalam permasalahan ini untuk membuka hati dan pikiran agar dapat mengikuti langkah yang akan saya tempuh ini,” pungkasnya.(RED/GT)