Advertisement
Laporan : Djoko S
Semarang|MATALENSANEWS.COM – Pemerintah Kota Semarang melantik dan mengambil sumpah jabatan ratusan pejabat administrator dan pejabat pengawas untuk mengisi sejumlah jabatan struktural yang sebelumnya kosong, terutama di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kota Semarang, Joko Hartono, mengatakan dalam pelantikan tersebut sebanyak 354 pejabat dilantik. Mereka terdiri dari 51 pejabat administrator atau eselon III dan 303 pejabat pengawas atau eselon IV.
“Alhamdulillah hari ini telah dilantik pejabat eselon III atau administrator sebanyak 51 orang baik itu camat, sekcam, maupun kepala bidang dan sekretaris badan atau dinas. Kemudian ada 303 pejabat pengawas atau eselon IV baik yang ada di lurah, seklur, kasie-kasie kelurahan, maupun kasie di badan atau dinas. Totalnya ada sebanyak 354,” ujar Joko Hartono usai pelantikan, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, penataan jabatan tersebut dilakukan untuk mengisi kekosongan posisi yang sebelumnya ditinggalkan pejabat lama, salah satunya karena memasuki masa pensiun, terutama di wilayah kecamatan dan kelurahan.
Ia menambahkan, seluruh proses pengangkatan dan rotasi jabatan tersebut telah memperoleh persetujuan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Jadi penempatan ini sudah sesuai. Dipastikan sudah sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang ada karena sudah mendapatkan pertanggungan dari Badan Kepegawaian Negara,” katanya.
Dengan pelantikan tersebut, jabatan lurah yang sebelumnya kosong kini telah terisi seluruhnya. Tercatat sebanyak 55 jabatan lurah yang sebelumnya kosong kini sudah diisi oleh pejabat baru.
Joko berharap para pejabat yang baru dilantik dapat segera menjalankan tugasnya, terutama dalam menghadapi agenda kewilayahan menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Alhamdulillah 55 lurah yang kemarin kosong sudah terisi semuanya. Harapannya setelah ini, besok kawan-kawan segera melakukan tugas barunya. Apalagi ini mendekati Lebaran,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa proses pengangkatan pejabat dilakukan secara transparan dan bebas dari praktik korupsi.
“Pengangkatan pejabat ini bersih dari korupsi, tidak boleh ada permintaan uang satu rupiah pun,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti berpesan kepada para pejabat yang baru dilantik agar mampu melanjutkan kinerja pejabat sebelumnya sekaligus memperbaiki berbagai kekurangan yang masih ada demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

