Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Selasa, 10 Maret 2026, 8:45:00 PM WIB
Last Updated 2026-03-10T13:45:09Z
BERITA UMUMNEWS

Pemprov Jateng Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Exit Tol Bawen untuk Tekan Risiko Kecelakaan Saat Mudik Lebaran

Advertisement


Laporan : TRI


SEMARANG|MATALENSANEWS.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Exit Tol Bawen, Kabupaten Semarang, yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di jalur utama mudik. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan risiko kecelakaan sekaligus mengurai kepadatan kendaraan saat arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.


Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat meninjau kesiapan tol fungsional ruas Bawen–Ambarawa, Selasa (10/3/2026).


Menurutnya, berbagai langkah pengamanan telah dipersiapkan melalui koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, kepolisian, serta instansi terkait.


 “Berbagai langkah pengamanan telah disiapkan melalui koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, kepolisian, serta instansi terkait. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menempatkan pos pengamanan (Pospam) di sekitar Exit Tol Bawen guna mempercepat penanganan jika terjadi permasalahan lalu lintas di lokasi tersebut. Pospam itu kepanjangan tangan Polres untuk problem solving di tempat itu,” kata Ahmad Luthfi.


Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Arief Djatmiko menjelaskan bahwa kawasan simpang Bawen hingga Exit Tol Bawen memang menjadi salah satu titik kepadatan lalu lintas yang berpotensi memicu kecelakaan.


Ia menyebutkan, sejumlah kecelakaan pernah terjadi di lokasi tersebut sehingga diperlukan langkah antisipatif, terutama menjelang lonjakan kendaraan pada musim mudik Lebaran.


“Pemprov Jateng telah menggelar konsolidasi dengan sejumlah pihak, antara lain Jasa Marga, petugas konstruksi jalan tol, kepolisian, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang untuk menyiapkan skema pengaturan lalu lintas,” jelas Arief saat mendampingi Gubernur Ahmad Luthfi dan Bupati Semarang Ngesti Nugraha.


Hasil koordinasi tersebut menetapkan bahwa mulai H-7 Lebaran akan diberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Exit Tol Bawen. Dalam skema tersebut, arus kendaraan akan dipisahkan, termasuk penyediaan jalur khusus bagi sepeda motor.


“Pengguna jalur itu sudah mulai dipisah. Bahkan akan dibuatkan jalur khusus untuk sepeda motor. Selain itu pengaturan lalu lintas termasuk traffic light akan diatur tersendiri,” terang Arief.


Ia menambahkan, rekayasa lalu lintas tersebut bersifat sementara selama periode mudik dan arus balik Lebaran. Pemerintah juga akan menempatkan pos pengamanan terpadu di kawasan tersebut mulai 13 hingga 30 Maret 2026.


Untuk langkah jangka panjang, pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah masa arus mudik dan balik selesai.


“Nanti setelah masa mudik-balik Lebaran akan kita evaluasi lagi. Apakah rekayasa lalu lintasnya dilanjutkan atau dimodifikasi kembali, itu akan melihat situasi di lapangan,” ujarnya.


Pemerintah berharap pengaturan tersebut dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus memperlancar arus kendaraan di salah satu simpul lalu lintas penting di Jawa Tengah selama musim mudik Lebaran.