Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Minggu, 15 Maret 2026, 12:38:00 PM WIB
Last Updated 2026-03-15T10:44:11Z
BERITA PERISTIWANEWS

Pengeroyokan Dua Warga PSHT di Tengaran Bongkar Dugaan Mafia Solar Subsidi, Dua Mobil Diamankan Polisi

Advertisement


Kab.Semarang |MATALENSANEWS.COM– Kasus pengeroyokan terhadap dua warga di wilayah Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, berujung pada terbongkarnya dugaan praktik penyalahgunaan distribusi BBM subsidi jenis Solar. Dalam peristiwa tersebut, aparat kepolisian turut mengamankan dua unit mobil yang diduga mengangkut Solar subsidi secara ilegal.


Peristiwa terjadi pada Jumat (13/03/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Dua korban berinisial W dan N yang diketahui merupakan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah kru armada pengangkut BBM jenis Solar subsidi.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika kedua korban yang tengah melintas menggunakan sepeda motor di wilayah Tengaran tiba-tiba dipepet secara kasar oleh sebuah truk. Truk tersebut diduga merupakan armada pengangkut Solar subsidi yang sedang melakukan aktivitas “ngangsu”, yakni mengumpulkan BBM subsidi dari beberapa SPBU untuk kemudian diperjualbelikan kembali secara ilegal.


Situasi sempat memanas ketika terjadi adu argumen antara korban dan kru armada di lokasi kejadian. Namun bukannya mereda, beberapa orang dari kru armada tersebut justru diduga melakukan tindakan pengeroyokan terhadap kedua korban.


Akibat kejadian tersebut, W dan N mengalami luka-luka dan selanjutnya menjalani visum sebagai bagian dari laporan resmi yang telah disampaikan ke Polsek Tengaran.


Insiden pengeroyokan ini kemudian memunculkan dugaan adanya praktik mafia BBM subsidi di wilayah tersebut. Aparat kepolisian mengamankan dua unit mobil yang diduga digunakan untuk mengangkut ribuan liter Solar subsidi hasil aktivitas “ngangsu”.


Dari keterangan yang beredar di lapangan, dua pengemudi armada berinisial TI dan UC disebut bekerja untuk seorang pemilik armada berinisial ADM yang diduga mengendalikan operasi pengangkutan Solar subsidi dari wilayah Kota Semarang.


Selain itu, muncul pula nama seorang oknum berinisial J yang diduga berperan melakukan pengamanan atau “bekap” terhadap aktivitas pengangkutan BBM tersebut. Saat dikonfirmasi secara informal, J mengaku hanya membantu mengamankan kegiatan armada tersebut.


Pasca kejadian, puluhan anggota PSHT mendatangi Mapolsek Tengaran untuk mengawal proses hukum. Mereka menuntut agar kasus pengeroyokan diproses secara tegas serta meminta aparat kepolisian mengusut tuntas dugaan praktik mafia Solar subsidi.


“Kami menuntut pelaku pengeroyokan ditindak tegas. Selain itu, praktik pengangkutan Solar subsidi ilegal ini juga harus diusut sampai ke aktor utamanya,” ujar salah satu warga yang berada di lokasi Mapolsek Tengaran.


Saat ini dua unit mobil yang diduga digunakan untuk mengangkut Solar subsidi ilegal telah diamankan di Mapolsek Tengaran sebagai barang bukti. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan belum memberikan keterangan resmi secara lengkap terkait status hukum para pihak yang terlibat.


Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus ini, termasuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan distribusi BBM subsidi ilegal yang lebih besar di wilayah Semarang dan sekitarnya.


Warga juga meminta proses penegakan hukum dilakukan secara transparan dan tegas agar tidak ada kesan hukum tajam ke bawah namun tumpul ke atas.(Goent)