Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Senin, 02 Maret 2026, 12:08:00 PM WIB
Last Updated 2026-03-02T05:08:52Z
BERITA PERISTIWANEWS

Video Komplain MBG di SD Negeri Dukuh 05 Salatiga Viral, Sekolah dan SPPG Pastikan Evaluasi dan Perbaikan

Advertisement


SALATIGA|MATALENSANEWS.COM – Video komplain terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Dukuh 05 yang beredar luas di media sosial memicu perhatian publik. Pihak sekolah menegaskan, keluhan terhadap menu telah beberapa kali disampaikan sebelum rekaman tersebut viral. Di sisi lain, penyedia layanan memastikan evaluasi dan perbaikan langsung dilakukan.


Kepala SD Negeri Dukuh 05, Jumarti, mengatakan selama pelaksanaan MBG pihaknya telah sekitar lima hingga enam kali menyampaikan komplain kepada penyedia. Keluhan tersebut berkaitan dengan kualitas maupun kelengkapan menu.


“Untuk komplain, sebetulnya ya ada beberapa yang namanya manusia ya mas. Wong masak itu kan pasti ada yang kurang uyah (garam – red), kurang apa itu sudah biasa. Saya juga komplain langsung, ‘Mbak ini kurang ini’, nanti besoknya sudah diperbaiki,” ujar Jumarti didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Drs. Muh Nasiruddin, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/3/2026).


Ia menjelaskan, bentuk komplain antara lain kekurangan susu, porsi nasi yang kurang, hingga persoalan teknis lainnya. Setiap temuan, kata dia, langsung disampaikan kepada penyedia dan mendapat respons cepat.


“Misalnya kurang nasi, nanti saya telepon, mereka ngirim. Kurang ini, saya telepon langsung ngirim karena dekat toh mas. Respon cepat sekali,” katanya.


Terkait video yang viral, Jumarti menegaskan peristiwa dalam rekaman tersebut memang kejadian nyata saat ia menyampaikan komplain dengan tujuan agar penyedia melakukan pembenahan.


“Lah kemarin itu saya komplain saat dalam video itu, itu yang nyata. Tujuan saya supaya SPPG berbenah. Tidak saya memberi masukan terus, saya ya capek memberi masukan terus,” tuturnya.


Sebagai sekolah dasar, pihaknya merasa perlu memastikan makanan yang dikonsumsi siswa layak dan terjaga kualitasnya.


“Ini SD loh mas. Jadi kalau ada yang kurang, ya saya langsung komplain,” ucapnya.


Menurut Jumarti, sebelum video tersebut menyebar, komunikasi dengan penyedia berjalan normal. Ia juga mengaku tidak mengetahui pihak yang pertama kali menyebarluaskan rekaman tersebut.


“Saya kaget, kenapa dan siapa yang memviralkan. Video itu dari saya tahan. Saya kumpulkan guru-guru dan tanya siapa yang membagikan, tapi tidak ada yang mengaku. Saya percaya ada yang membagikan karena ini dari dalam, tetapi saya tidak akan memperpanjang masalah dengan guru-guru,” ujarnya.


Ia menyatakan telah berkoordinasi dengan komite sekolah dan meminta seluruh jajaran untuk tidak saling menyalahkan.


“Sudah, ini sudah terjadi, kita harus hadapi. Saya harus tanggung jawab. Yang penting kita bersatu demi kebaikan kita semua. Tidak usah saling menyalahkan atau menunjuk,” katanya.


Di akhir pernyataannya, Kepala SD Negeri Dukuh 05 bersama dewan guru, karyawan, orang tua, dan siswa menyampaikan permohonan maaf atas beredarnya video tersebut.


“Kami mengucapkan terima kasih dan mohon maaf jika video ini sampai tersebar ke mana-mana, yang itu tidak kami kehendaki. Sekali lagi mohon maaf,” tuturnya.


Sementara itu, Ketua SPPG Sawahan, Sarah Alfi Maiza, memastikan evaluasi dilakukan sejak hari kejadian. Ia menyebut perbaikan difokuskan pada penyempurnaan menu dan pengetatan kontrol kualitas, terutama pada buah.


“Untuk perbaikan menu, atas saran dari Bu Jum, kami memberikan menu yang sesuai arahan dari pusat, yaitu ada karbohidrat, protein, dan juga buah,” ujarnya.


SPPG juga melakukan penyortiran ulang hingga tiga kali, mulai dari proses racik, masak, hingga pemorsian.


“Untuk buah yang busuk dan lolos, terdapat waktu itu ada 8–10 buah. Waktu di bagian pemorsian sudah kami sortir, tapi ternyata ketumpuk-tumpuk. Jadi ada yang gembur dan kami kurang teliti, masih ada sedikit yang kelolosan,” katanya.


Menurut Sarah, video yang beredar merupakan rekaman lama dan pada hari yang sama pihaknya telah datang ke sekolah untuk klarifikasi dan meminta maaf.


“Itu video sudah lama, hari Selasa minggu kemarin. Kami sudah langsung melakukan konfirmasi kepada kepala sekolah, lalu kami juga sudah berdamai pada hari itu juga,” ujarnya.


SPPG Sawahan saat ini melayani 3.284 penerima manfaat di 20 sekolah, mulai dari PAUD hingga SMK. Di SD Negeri Dukuh 05 sendiri, jumlah penerima manfaat tercatat 158 siswa. Sarah menegaskan perbaikan diterapkan merata di seluruh lembaga layanan. (Red/Goent)