Advertisement
Jakarta|MATALENSANEWS.COM – Publik dihebohkan dengan beredarnya video seorang pria berjoget di area dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang viral di media sosial. Aksi tersebut menuai sorotan karena dilakukan di lingkungan kerja yang seharusnya menerapkan standar kebersihan dan keamanan ketat.
Dalam video yang beredar, pria tersebut tampak menari sambil menyampaikan narasi mengenai insentif hingga Rp6 juta per hari dari program MBG. Lokasi kejadian disebut berada di fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan terlihat jelas logo Badan Gizi Nasional di dalam ruangan.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, menyatakan pihaknya langsung mengambil langkah cepat dengan menugaskan tim pengawasan untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
“Kami lagi tugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan untuk bertemu,” ujar Nanik kepada wartawan, Selasa (24/3/2026).
Ia menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Doni Dewantoro. Dari hasil pertemuan tersebut, pria yang bersangkutan telah diberikan teguran keras atas tindakannya.
“Sudah bertemu dan sudah ditegur keras,” lanjutnya.
BGN menyatakan kekecewaannya terhadap perilaku mitra tersebut. Menurut Nanik, tindakan berjoget di dapur tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) merupakan pelanggaran serius terhadap standar operasional.
“Yang jelas kami sangat menyayangkan dan kecewa dengan sikap mitra yang demikian,” tegasnya.
Selain persoalan etika, hasil pemeriksaan juga menemukan sejumlah pelanggaran teknis di fasilitas tersebut. Di antaranya adalah tata letak dapur yang tidak sesuai standar serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang bermasalah. Atas temuan tersebut, operasional SPPG terkait untuk sementara waktu dihentikan.
“Setelah dicek dapurnya ternyata layout-nya salah dan IPAL-nya tidak benar, jadi kita suspend,” jelas Nanik.
Lebih lanjut, diketahui pria tersebut memiliki hingga tujuh titik SPPG, meskipun baru satu lokasi yang beroperasi. Hal ini menjadi perhatian serius bagi BGN yang menegaskan bahwa program MBG merupakan program pemerintah untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk bisnis pribadi.
“Ini bukan bisnis. Ini adalah program pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak. Bukan kemudian dilakukan seperti itu,” pungkas Nanik.(Goent)

