Advertisement
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, serta perwakilan Satpol PP Kecamatan. Kehadiran lintas sektor ini bertujuan memberikan pemahaman hukum dan sosial kepada generasi muda agar terhindar dari berbagai perilaku negatif, seperti penyalahgunaan narkoba, balap liar, hingga tawuran.
Kepala Desa Jetakwanger dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran pemuda sebagai aset desa yang harus dijaga dan diarahkan. Ia berharap Karang Taruna mampu menjadi wadah kegiatan positif bagi generasi muda.
“Karang Taruna harus menjadi wadah yang produktif. Kami ingin para remaja memiliki kegiatan yang bermanfaat sehingga tidak terjerumus pada hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas dan Babinsa turut memberikan materi terkait pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Mereka menekankan bahwa menjaga lingkungan yang aman bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif pemuda sebagai bagian dari masyarakat.
Sementara itu, perwakilan Satpol PP Kecamatan memberikan edukasi mengenai peraturan daerah (Perda) yang mengatur ketertiban umum. Pemahaman ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran hukum para anggota Karang Taruna.
Melalui kegiatan pembinaan ini, para pemuda diharapkan dapat menjadi agen perubahan (agent of change) yang mampu memberikan pengaruh positif di lingkungan masing-masing serta mengedukasi rekan sebaya mereka.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang berlangsung dinamis. Para peserta terlihat antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait solusi atas permasalahan remaja yang terjadi di wilayah mereka.(ErAngga)

