Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Kamis, 25 Juni 2026, 1:29:00 PM WIB
Last Updated 2026-06-25T06:29:27Z
BERITA POLISINEWS

Polres Salatiga Gelar Doa Bersama Lintas Agama Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Perkuat Toleransi dan Sinergitas

Advertisement

Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi, S.H., S.I.K., M.H.

SALATIGA |MATALENSANEWS.COM– Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Salatiga menggelar Doa Bersama Lintas Agama di Pendopo Widya Qasana Tribarata Polres Salatiga, Kamis (25/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema "Polri Mengabdi Untuk Masyarakat" tersebut menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat kerukunan umat beragama, serta memohon doa agar Polri senantiasa diberikan kekuatan dan perlindungan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.


Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolres Salatiga Kompol Raden Arsadi Kabul Safrianto, S.E., M.H. Hadir pula para Pejabat Utama Polres Salatiga, para Kapolsek jajaran, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Salatiga Drs. KH. Noor Rofiq, para rohaniawan dari enam agama, para purnawirawan Polri, serta sekitar 150 personel Polres Salatiga.


Adapun tokoh agama yang hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Romo FX Totok Purwanto, M.SF dari agama Katolik, Pdm. Toni Baskoro mewakili umat Kristen, Mangku I Nyoman Suasma dari agama Hindu, Sarono dari agama Buddha, serta Hendra dari agama Konghucu.



Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan Kapolres Salatiga, sambutan Ketua FKUB Kota Salatiga, doa bersama lintas agama, hingga doa penutup yang berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan.


Dalam sambutannya, Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menyampaikan bahwa doa bersama lintas agama merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala perlindungan dan pencapaian Polri dalam mengemban tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


“Doa bersama lintas agama bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memanjatkan rasa syukur sekaligus memohon kekuatan agar Polri senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kebijaksanaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kehadiran para tokoh agama hari ini merupakan bukti nyata kuatnya komitmen bersama dalam menjaga persatuan, kerukunan, serta stabilitas keamanan di Kota Salatiga,” ujar AKBP Ade Papa Rihi.


Kapolres menambahkan, memasuki usia ke-80 tahun, Polri berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.


Menurutnya, keberhasilan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif tidak dapat dilakukan sendiri oleh Polri, melainkan membutuhkan dukungan serta sinergi seluruh elemen masyarakat.


“Sinergitas antara Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan seluruh komponen masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga keamanan serta keharmonisan kehidupan bermasyarakat. Kami mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga semangat persatuan demi mewujudkan Kota Salatiga yang aman, damai, dan sejuk,” ungkapnya.


Sementara itu, Ketua FKUB Kota Salatiga, KH. Noor Rofiq, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya doa bersama lintas agama yang dinilainya menjadi simbol kuatnya toleransi dan kebersamaan di Kota Salatiga.


Ia berharap doa yang dipanjatkan oleh seluruh pemuka agama dapat membawa keberkahan bagi bangsa Indonesia, khususnya Kota Salatiga, agar senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, dan kesejahteraan.


Dalam kesempatan tersebut, KH. Noor Rofiq juga mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi Kota Salatiga yang selama sepuluh kali berturut-turut dinobatkan sebagai Kota Tertoleran di Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan dan saling menghormati perbedaan.


“Semoga di usia ke-80 ini Polri semakin Presisi, semakin profesional, humanis, dan menjadi institusi yang selalu dicintai masyarakat. Sebagai aparat maupun tokoh agama, kita harus terus memperkaya ilmu, meningkatkan keimanan, serta menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari agar mampu memberikan keteladanan di tengah masyarakat,” tuturnya.


Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin secara bergantian oleh para rohaniawan dari masing-masing agama. Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan mewarnai jalannya doa bersama sebagai simbol persatuan dalam keberagaman sekaligus komitmen bersama menjaga keharmonisan Kota Salatiga.


Melalui kegiatan tersebut, Polres Salatiga berharap semangat Hari Bhayangkara Ke-80 tidak hanya menjadi momentum refleksi bagi seluruh personel Polri, tetapi juga semakin memperkuat kemitraan dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat dalam mewujudkan keamanan, ketertiban, serta kehidupan yang harmonis.


Sinergitas dan kebersamaan yang terjalin dalam doa bersama lintas agama tersebut menjadi cerminan kuatnya nilai toleransi, persaudaraan, dan kerukunan yang selama ini menjadi ciri khas Kota Salatiga sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia.(Goent)