Advertisement
DEMAK|MATALENSANEWS.COM– Suasana penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti halaman rumah keluarga Bapak Tedy dan Ibu Sunarsih, Minggu (28/6/2026). Dalam rangka memperingati 10 Muharram 1448 Hijriah, keluarga tersebut menggelar kegiatan bertajuk "Asyura Berkah: Mengusap Kasih untuk Yatim Piatu" yang diikuti puluhan anak yatim piatu.
Kegiatan diawali dengan lantunan sholawat dan nasyid Islami yang dibawakan para santri. Alunan syair penuh makna itu mengiringi kedatangan anak-anak yatim, menciptakan suasana syahdu sekaligus penuh kehangatan. Sejumlah anak tampak larut dalam kebersamaan dengan ikut bersenandung dan bertepuk tangan mengikuti irama.
Panitia menghadirkan hiburan nasyid agar anak-anak tidak hanya menerima santunan, tetapi juga memperoleh pengalaman yang menyenangkan dan penuh kasih sayang.
Perwakilan keluarga penyelenggara mengatakan bahwa peringatan 10 Muharram merupakan momen istimewa untuk berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim, sebagaimana dianjurkan dalam ajaran Islam.
"10 Muharram itu hari istimewa. Nabi saja mengajarkan untuk mengusap kepala anak yatim. Kami ingin anak-anak pulang bukan hanya membawa bingkisan, tetapi juga membawa senyum," ujarnya.
Puncak acara diisi tausiyah yang disampaikan oleh KH. Khambali. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya menyayangi dan memuliakan anak yatim sebagai salah satu amalan yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT.
"Satu senyum anak yatim yang kita bahagiakan hari ini, bisa jadi penolong kita di akhirat nanti," pesan KH. Khambali yang disambut ucapan "aamiin" dari para tamu undangan.
Suasana semakin mengharukan saat prosesi penyerahan santunan berlangsung. Satu per satu anak yatim maju menerima bantuan berupa bingkisan dan uang saku. Ada yang tampak malu-malu, sementara beberapa lainnya spontan memeluk para pemberi santunan sebagai ungkapan rasa syukur.
Di sela-sela pembagian santunan, lantunan sholawat kembali dikumandangkan sehingga membuat banyak tamu undangan, orang tua asuh, dan panitia tak kuasa menahan haru.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto sebagai kenang-kenangan. Anak-anak pulang membawa bingkisan, santunan, serta kebahagiaan karena merasakan perhatian dan kasih sayang dari masyarakat.
Salah seorang warga yang hadir berharap kegiatan sosial seperti ini terus dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim.
"Kegiatan seperti ini harus terus hidup. Bukan soal nilainya, tetapi soal kepedulian. Semoga Allah membalas kebaikan keluarga Bapak Tedy dan Ibu Sunarsih dengan pahala yang berlipat ganda," ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, semangat berbagi pada momen Asyura kembali diwujudkan dalam aksi nyata. Perpaduan santunan, sholawat, nasyid, doa, serta kebersamaan menjadikan acara ini bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan momentum mempererat ukhuwah dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.(Arisyanto)

