Advertisement
Dengan penuh keyakinan, Ari Widiyatmoko mendatangi Kantor DPD Partai Demokrat Jawa Tengah untuk menyerahkan langsung berkas pendaftaran kepada Ketua Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPD Partai Demokrat Jawa Tengah, Asrar, SE, MM. Langkah tersebut bukan sekadar memenuhi tahapan organisasi, melainkan menjadi penegasan komitmen bahwa perjuangan politik harus dijalankan dengan keberanian, loyalitas, dan pengabdian tanpa henti kepada partai serta masyarakat.
Bagi Ari, Musyawarah Cabang (Muscab) bukanlah arena perebutan kekuasaan, melainkan medan konsolidasi untuk menyatukan seluruh kekuatan kader dalam satu barisan perjuangan.
“Momentum Muscab bukanlah semata perebutan kursi kekuasaan, melainkan momentum untuk berhimpun, melakukan konsolidasi, dan menyamakan visi serta misi demi kemenangan Partai Demokrat pada Pemilu 2029,” tegas Ari.
Ia menegaskan bahwa seluruh kader, tanpa memandang latar belakang maupun dinamika yang pernah terjadi, harus kembali dirangkul dalam semangat persaudaraan. Menurutnya, kemenangan hanya dapat diraih apabila seluruh elemen partai berdiri dalam satu komando, satu tujuan, dan satu tekad untuk mengembalikan kejayaan Partai Demokrat.
Ari meyakini bahwa sejarah emas Partai Demokrat pada periode 2004 hingga 2014 bukan sekadar kenangan, melainkan inspirasi yang dapat diwujudkan kembali melalui kerja nyata, disiplin organisasi, serta keberanian hadir di tengah masyarakat sebagai solusi atas berbagai persoalan rakyat.
“Sejarah selalu berputar. Masa-masa kejayaan Partai Demokrat pada 2004 hingga 2014 saya yakin bisa terulang kembali pada 2029. Kuncinya adalah kompak, solid, hadir di tengah masyarakat, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi rakyat,” ujarnya penuh optimisme.
Dalam proses pendaftaran tersebut, Ari Widiyatmoko memperoleh dukungan dari Pengurus Anak Cabang (PAC) Kecamatan Tingkir yang diwakili Debil Andreas serta PAC Kecamatan Sidomukti yang diwakili Antok. Dukungan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa semangat konsolidasi telah mulai tumbuh dari tingkat akar rumput sebagai fondasi menghadapi kontestasi politik mendatang.
Sementara itu, tokoh muda Partai Demokrat Kota Salatiga, Abdul Aziz, menilai Muscab merupakan momentum strategis untuk melahirkan kepemimpinan yang kuat, visioner, dan mampu membangun organisasi yang semakin solid.
Menurut Abdul Aziz, regenerasi kepemimpinan merupakan keniscayaan dalam menjaga denyut perjuangan partai agar tetap relevan dengan tantangan zaman sekaligus mampu menjawab harapan masyarakat.
Ia juga mengajak generasi muda agar tidak bersikap apatis terhadap politik. Baginya, partai politik adalah ruang pengabdian yang melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa dan menjadi instrumen utama dalam menghadirkan perubahan.
“Jalan tercepat untuk memperbaiki kondisi bangsa dan negara adalah dengan masuk ke partai politik. Pemimpin-pemimpin bangsa lahir dan ditempa melalui partai politik. Karena itu saya mengajak kaum muda untuk tidak hanya mencalonkan diri sebagai ketua DPC, tetapi juga aktif menjadi bagian dari sistem kepartaian,” ujarnya.
Pelaksanaan Muscab Partai Demokrat di Jawa Tengah diharapkan menjadi tonggak kebangkitan organisasi sekaligus memperkuat mesin partai hingga ke tingkat akar rumput. Dengan semangat persatuan, disiplin, militansi, dan kerja kolektif, Partai Demokrat Kota Salatiga optimistis mampu menatap Pemilu 2029 dengan penuh keyakinan serta mengembalikan kejayaan partai melalui perjuangan yang berpihak kepada rakyat.(Goent)


