Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Sabtu, 18 Juli 2026, 7:08:00 PM WIB
Last Updated 2026-07-18T12:09:18Z
BERITA PERISTIWANEWS

Tawuran Pelajar di Karangawen Demak Tewaskan Satu Remaja, Polisi Buru Pelaku

Advertisement


Demak | MatalensaNews.com – Bentrokan antarpelajar yang diduga melibatkan siswa SMK Negeri Karangawen dan SMA Tlogosari Semarang terjadi di depan Balai Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 15.20 WIB. Insiden berdarah tersebut mengakibatkan seorang remaja meninggal dunia akibat sabetan senjata tajam, sementara sejumlah pelajar lainnya mengalami luka-luka.


Berdasarkan keterangan warga, sebelum bentrokan terjadi, sekelompok pelajar yang diduga berasal dari Semarang terlihat berkumpul di kawasan Jembatan Suling, Desa Sidorejo. Kehadiran mereka sempat menimbulkan kecurigaan warga sekitar karena datang secara berombongan menggunakan sekitar 10 sepeda motor.


"Mereka datang menggunakan sekitar 10 sepeda motor, masing-masing berboncengan dua hingga tiga orang," ujar Siti, salah seorang warga yang menyaksikan situasi sebelum kejadian.


Tak lama kemudian, rombongan tersebut bergerak menuju depan Balai Desa Sidorejo. Di lokasi itulah bentrokan pecah. Suasana mendadak mencekam dengan terdengar teriakan, benturan, dan kepanikan warga yang berada di sekitar lokasi.


Akibat bentrokan tersebut, seorang remaja dilaporkan meninggal dunia setelah terkena sabetan senjata tajam. Korban diketahui merupakan warga Kampung Tambak Mulyo, Kecamatan Tanjung Mas, Kota Semarang.


Selain korban meninggal, beberapa pelajar lainnya mengalami luka-luka dan segera dievakuasi ke RSUD Sultan Fatah Karangawen untuk mendapatkan perawatan medis.


Peristiwa ini menyisakan trauma bagi masyarakat sekitar yang tidak menyangka aksi kekerasan antarpelajar dapat terjadi di lingkungan mereka pada siang hari.


Kapolsek Karangawen, AKP Mujiyono, membenarkan adanya insiden tawuran yang menyebabkan satu orang meninggal dunia. Menurutnya, penyelidikan masih terus dilakukan dengan dukungan Tim Satreskrim Polres Demak.


"Iya, benar. Kami dibackup Tim Satreskrim Polres Demak masih melakukan penyelidikan dan identifikasi para pelaku," ujar AKP Mujiyono.


Polisi saat ini masih memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam bentrokan tersebut. Selain melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), penyidik juga telah meminta keterangan sejumlah saksi guna mengungkap kronologi lengkap serta motif di balik aksi kekerasan tersebut.


Insiden ini kembali menjadi perhatian serius terkait maraknya tawuran pelajar di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Aksi kekerasan yang melibatkan senjata tajam hingga menyebabkan korban jiwa dinilai menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas remaja.


Masyarakat diimbau lebih aktif mengawasi pergaulan anak-anak di luar jam sekolah, sementara pihak sekolah diharapkan memperkuat pembinaan karakter, edukasi, dan pengawasan terhadap peserta didik guna mencegah terulangnya kejadian serupa.


Hingga berita ini diturunkan, kasus tawuran pelajar di Karangawen tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. Identitas para pelaku serta motif pasti bentrokan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.(Arisyanto/Rendy)