Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Sabtu, 15 Agustus 2026, 7:46:00 PM WIB
Last Updated 2026-08-15T12:46:38Z
BERITA PERISTIWANEWS

Gunung Merapi Semburkan Lava Pijar 3 Kali, Jarak Luncur Capai 1,8 Kilometer ke Arah Sungai Krasak

Advertisement


YOGYAKARTA|
MATALENSANEWS.COM – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah masih terpantau cukup aktif. Berdasarkan informasi aktivitas Gunung Merapi pada Sabtu (15/8/2026), gunung api tersebut tercatat menyemburkan guguran lava pijar sebanyak tiga kali.


Guguran lava pijar tersebut meluncur dengan jarak maksimum mencapai sekitar 1,8 kilometer ke arah Sungai Krasak.


Dalam laporan pengamatan, kondisi Gunung Merapi terlihat jelas dengan asap kawah terpantau nihil. Cuaca di sekitar puncak juga dilaporkan cerah.


Sementara itu, suhu udara di sekitar Gunung Merapi tercatat mencapai 16,1 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 87,5 persen.


Berdasarkan data yang dikutip dari laman MAGMA Indonesia milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas kegempaan Gunung Merapi juga masih menunjukkan adanya pergerakan material vulkanik.


Dalam periode pengamatan tersebut, tercatat sebanyak 19 kali gempa guguran. Selain itu, Gunung Merapi mengalami 27 kali gempa hybrid serta dua kali gempa vulkanik.


Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa Gunung Merapi masih berada dalam kondisi aktif dan terus mendapatkan pemantauan oleh petugas.


Saat ini, status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.


Gunung Merapi memiliki ketinggian sekitar 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia yang hingga kini masih kerap menunjukkan aktivitas vulkanik.


Aktivitas tersebut antara lain berupa guguran lava pijar, awan panas guguran hingga lontaran material vulkanik.


Guguran lava pijar maupun awan panas guguran Gunung Merapi berpotensi mengarah ke sejumlah alur sungai yang berhulu di kawasan puncak, di antaranya Sungai Bedog, Sungai Bebeng, Sungai Boyong, Sungai Krasak, Sungai Gendol dan Sungai Woro.


Sementara itu, lontaran material vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Merapi berpotensi mencapai radius hingga tiga kilometer dari puncak.


Masyarakat di kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Merapi diimbau tetap mematuhi rekomendasi dan arahan dari pihak berwenang serta tidak melakukan aktivitas di wilayah yang masuk zona bahaya.


Pemantauan aktivitas Gunung Merapi terus dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan kondisi gunung api dan memberikan informasi kepada masyarakat apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.(Sofie Rahmawati)