Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Jumat, 21 Agustus 2026, 1:56:00 PM WIB
Last Updated 2026-08-21T06:56:46Z
BERITA PERISTIWANEWS

Jenazah Pria 250 Kg Dimakamkan, BPBD dan Damkar Boyolali Turun Tangan

Advertisement


BOYOLALI
 |MATALENSANEWS.COM— Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Boyolali membantu proses pemakaman jenazah seorang pria berinisial KWK (35) yang memiliki berat badan sekitar 250 kilogram, Kamis (20/8/2026).


Jenazah KWK dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pasareyan Soyudho Sakler Suyudan, Kiringan, Kabupaten Boyolali, pada Kamis sore.


Bantuan diperlukan karena proses pengangkutan jenazah menuju liang kubur mengalami kendala akibat berat badan jenazah yang mencapai sekitar 250 kilogram.


Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Boyolali, Gembong Suroto, mengatakan permohonan bantuan pengangkutan jenazah diterima pihaknya sekitar pukul 13.45 WIB.


“Pelapor meminta bantuan ke BPBD Boyolali untuk mengangkut jenazah saat proses pemakaman karena terkendala obesitas dengan berat kisaran 250 kilogram,” kata Gembong kepada awak media, Kamis.


Setelah menerima laporan tersebut, tim BPBD Boyolali langsung melakukan kaji cepat. Selanjutnya, BPBD berkoordinasi dengan Tim Damkar Boyolali untuk membantu proses pengangkutan hingga penurunan jenazah ke liang kubur.


“TRC BPBD melakukan penyetelan anchor tripod dan sistem katrol vertical rescue untuk pemakaman,” ujarnya.


Proses pemakaman sendiri mulai dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB. Sementara proses pengangkutan jenazah menuju makam berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB.


Jenazah terlebih dahulu dipindahkan dari mobil jenazah menggunakan tandu yang terbuat dari batang bambu. Tandu tersebut kemudian digotong secara estafet oleh pihak keluarga bersama warga, petugas Damkar, dan personel BPBD Boyolali.


Setelah sampai di lokasi liang kubur, proses penurunan jenazah dilakukan menggunakan peralatan vertical rescue.


Petugas memanfaatkan sistem katrol dengan pondasi anchor yang dipasang pada tripod untuk membantu menurunkan jenazah secara aman ke dalam liang kubur.


Penggunaan peralatan tersebut dilakukan karena berat jenazah membuat proses penurunan secara manual sulit dilakukan.


“Penurunan jenazah ke liang kubur menggunakan peralatan vertical rescue dengan metode katrol dan pondasi anchor dari tripod,” jelas Gembong.


Berkat koordinasi dan gotong royong antara keluarga, masyarakat, BPBD, serta Damkar Boyolali, seluruh proses pemakaman dapat berjalan dengan lancar.


Proses pemakaman jenazah KWK akhirnya selesai sekitar pukul 16.45 WIB.(Goent)