Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Senin, 31 Agustus 2026, 5:08:00 PM WIB
Last Updated 2026-08-31T10:08:07Z
BERITA UMUMNEWS

Kejari Salatiga Tanamkan Nilai Antikorupsi Sejak Dini kepada Pelajar SMA Negeri 3

Advertisement


SALATIGA|MATALENSANEWS.COM — Kejaksaan Negeri (Kejari) Salatiga menggelar Kampanye Anti Korupsi di lingkungan pendidikan sebagai upaya menanamkan nilai kejujuran, integritas, disiplin dan tanggung jawab kepada generasi muda.


Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Negeri 3 Salatiga, Senin (31/8/2026), tersebut diikuti sekitar 150 peserta. Selain kampanye antikorupsi, kegiatan juga dirangkaikan dengan donor darah, penyuluhan kesehatan serta ekspo stand Bank Sampah Induk (BSI) Kota Salatiga dan Dinas Kesehatan Kota Salatiga.


Kepala Kejaksaan Negeri Salatiga, Erik Meza Nusantara, S.E., S.H., M.H., M.M., hadir bersama jajaran Kejari Salatiga. Turut hadir Kepala SMA Negeri 3 Salatiga Drs. Supriyanto, M.Pd., jajaran guru dan staf sekolah, para siswa, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Salatiga, PMI, serta Bank Sampah Induk Salatiga.


Rangkaian kegiatan diawali dengan apel antikorupsi, kemudian dilanjutkan registrasi peserta dan pemeriksaan donor darah. Acara diteruskan dengan pembukaan, doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan Kepala SMA Negeri 3 Salatiga dan sambutan Kepala Kejaksaan Negeri Salatiga.


Dalam kesempatan tersebut, Erik Meza Nusantara memimpin pembacaan Naskah Ikrar Anti Korupsi yang kemudian diikuti oleh seluruh peserta.



Kepala Kejari Salatiga menegaskan bahwa kehadiran Kejaksaan di lingkungan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga merupakan bagian dari upaya pencegahan melalui edukasi dan penyuluhan hukum.


Menurutnya, pendidikan antikorupsi perlu ditanamkan sejak dini karena perilaku koruptif dapat berawal dari kebiasaan tidak jujur yang dianggap sederhana.


"Perilaku korupsi dapat berawal dari ketidakjujuran kecil yang dibiarkan," ujarnya dalam kegiatan tersebut.


Ia mencontohkan perilaku seperti menyontek, memberikan alasan yang tidak jujur ketika terlambat, menyalahgunakan uang kas kelas maupun membiarkan pelanggaran tata tertib sebagai bentuk perilaku yang perlu dihindari sejak lingkungan sekolah.


Erik mengajak para siswa menjadikan kejujuran sebagai identitas dalam kehidupan sehari-hari, menghormati guru, menaati tata tertib sekolah serta berani mengatakan tidak terhadap korupsi dan berbagai bentuk pelanggaran hukum.


"Jadikan kejujuran sebagai identitas dan berani mengatakan tidak terhadap korupsi," pesannya.


Ia juga berharap lingkungan sekolah dapat menjadi kawasan yang menjunjung tinggi nilai kejujuran, tanggung jawab dan keadilan.


Sementara itu, Kepala SMA Negeri 3 Salatiga, Drs. Supriyanto, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas dipilihnya SMA Negeri 3 Salatiga sebagai lokasi pelaksanaan Kampanye Anti Korupsi.


Menurutnya, pendidikan antikorupsi merupakan pembelajaran penting bagi siswa karena tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai hukum, tetapi juga membentuk karakter dan integritas.


Ia menekankan bahwa kejujuran merupakan nilai penting yang harus dimiliki siswa sebagai bekal dalam menjalani kehidupan, termasuk ketika kelak menjadi seorang pemimpin.


"Proses menjadi pemimpin yang berintegritas dapat dimulai sejak sekarang melalui pembelajaran dan penerapan nilai-nilai antikorupsi," ujarnya.


Dalam kegiatan tersebut, para siswa juga mendapatkan materi mengenai "Pencegahan Tindak Pidana Korupsi dan Penegakan Hukum" yang disampaikan narasumber dari Bidang Tindak Pidana Khusus Kejari Salatiga.


Materi tersebut membahas pengertian korupsi, berbagai bentuk tindak pidana korupsi, perkembangan regulasi pemberantasan korupsi di Indonesia, hingga ciri-ciri perilaku koruptif.


Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai sembilan nilai integritas yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yakni jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani dan adil.


Dalam konteks kehidupan pelajar, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui kejujuran ketika mengerjakan ujian dan tugas, disiplin serta tepat waktu, sekaligus berani menolak pungutan liar maupun berbagai bentuk penyimpangan.


Materi kemudian ditutup dengan ajakan "Lawan Korupsi, Bangun Negeri" sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun generasi muda yang berintegritas.


Selain materi antikorupsi, kegiatan juga diisi penyuluhan kesehatan oleh Dinas Kesehatan Kota Salatiga. Para siswa mendapatkan edukasi mengenai penyakit menular seksual (PMS), HIV, upaya pencegahan serta pentingnya mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat.


Kegiatan kesehatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pelajar mengenai risiko penularan PMS dan HIV serta pentingnya menjaga kesehatan dan menghindari perilaku berisiko.


Sementara itu, Bank Sampah Induk Kota Salatiga memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah. Para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya.


Sampah yang masih memiliki nilai ekonomis dapat dikumpulkan dan disalurkan melalui bank sampah untuk dikelola dan dimanfaatkan kembali.


Para pelajar juga diajak membiasakan diri memilah sampah serta tidak membuang sampah sembarangan. Pengelolaan sampah dinilai membutuhkan keterlibatan bersama antara masyarakat, sekolah, pemerintah dan pengelola bank sampah.


Selain edukasi, kegiatan juga dirangkaikan dengan donor darah yang melibatkan tim kesehatan/PMI serta ekspo stand dari Bank Sampah Induk Salatiga dan Dinas Kesehatan Kota Salatiga.


Kejari Salatiga menilai kolaborasi tersebut menjadi bagian dari kepedulian sosial sekaligus upaya memperluas edukasi kepada pelajar mengenai hukum, kesehatan dan lingkungan.


Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para siswa tidak hanya memahami pentingnya pemberantasan korupsi, tetapi juga mampu menerapkan nilai kejujuran, integritas, kepedulian sosial serta tanggung jawab terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.


Pembentukan karakter sejak bangku sekolah diharapkan menjadi bekal bagi para pelajar ketika memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat, sehingga tumbuh menjadi generasi yang berintegritas dan mampu berkontribusi dalam membangun bangsa.(Goent)