Advertisement
SURABAYA|MATALENSANEWS.COM — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) VII DPD Partai Demokrat Jawa Timur di Novotel Samator Surabaya, Sabtu (29/8/2026).
Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan doa dan harapan agar Emil Elestianto Dardak dapat menjadi nahkoda Jawa Timur pada masa mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan jajaran Partai Demokrat dan sejumlah tokoh yang hadir dalam agenda Musda.
Khofifah mengatakan, dirinya bersama Emil Dardak telah menjalani tujuh tahun kepemimpinan di Jawa Timur. Selama periode tersebut, berbagai proses dan tantangan telah dilalui bersama dalam upaya membawa Jawa Timur menjadi provinsi yang makmur, adil, dan sejahtera.
“Ini sudah pada tahun ketujuh. Saya bisa merasakan bagaimana suasana kesejukan dengan penuh produktivitas yang bisa kita bangun bersama. Saya rasa nuansa Partai Demokrat di sangat banyak lini adalah partai yang produktif tapi dibangun dengan penuh kesejukan,” kata Khofifah.
Menurut Khofifah, Partai Demokrat memiliki peran penting dalam perjalanan politiknya bersama Emil Dardak. Dukungan tersebut diberikan dalam dua kali proses Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur yang akhirnya mengantarkan Khofifah dan Emil memimpin Jawa Timur sejak 2019.
“Proses demokrasi yang sudah berjalan luar biasa ini, sekaligus saya menjadi bagian yang mendapatkan support dari Partai Demokrat. Dua kali kami berproses, saya dan Pak Emil dan kepada semuanya, kami berproses tanpa mahar. Jadi, kami bersyukur bahwa support dari Partai Demokrat,” tegasnya.
Khofifah menambahkan, dukungan Partai Demokrat tidak sebatas dalam konteks politik. Menurutnya, partai tersebut juga memiliki kekuatan kultural yang cukup kuat di berbagai wilayah Jawa Timur.
“Kami mendapatkan support bagaimana penguatan dari berbasis-basis politik, berbasis kulturalnya Partai Demokrat di Jawa Timur itu diberikan kepada kami dalam proses berjuang sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah kemudian menyampaikan doa dan harapannya kepada Emil Dardak. Ia mengaitkan momentum Musda VII dengan istilah Jawa “pitulungan” yang bermakna pertolongan.
“Hari ini kita bersama-sama menguatkan, dan mengantarkan Pak Emil Elestianto Dardak pada saatnya dari Musda ke-7, tujuh ini pitulungan, Allah menurunkan pertolongan untuk bisa menjadi komandan nomor satu di Provinsi Jawa Timur ini,” tandas Khofifah.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, KH Asep Saifuddin Chalim, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, juga menyampaikan dukungannya terhadap Emil Dardak.
Kiai Asep bahkan menyatakan kesiapannya untuk berada di barisan utama dalam mendukung Emil apabila maju sebagai calon Gubernur Jawa Timur untuk meneruskan kepemimpinan Khofifah.
“Saya tidak ragu lagi mendoakan dan saya akan menjadi barisan utama mendukung Pak Emil menjadi Gubernur Jawa Timur meneruskan Bu Khofifah,” kata Kiai Asep.
Dukungan dan doa tersebut menambah dinamika politik menjelang kontestasi Pemilihan Gubernur Jawa Timur mendatang. Musda VII Partai Demokrat Jawa Timur sendiri menjadi salah satu momentum penting bagi konsolidasi internal partai sekaligus penguatan kader untuk menghadapi agenda politik ke depan.(Dea)

