Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Rabu, 26 Agustus 2026, 8:37:00 PM WIB
Last Updated 2026-08-26T13:37:51Z
BERITA POLISINEWS

Pendekatan Dialog Polda Jateng Berbuah Aksi Tertib, Mahasiswa Sampaikan Aspirasi di Tugu Muda Semarang

Advertisement


SEMARANG|MATALENSANEWS.COM – Pendekatan dialog dan komunikasi yang dikedepankan Polda Jawa Tengah dalam memberikan pelayanan kepolisian terhadap kegiatan penyampaian pendapat di Kota Semarang membuahkan hasil. Aksi yang berlangsung di kawasan Bundaran Tugu Muda, Rabu (26/8/2026), berjalan tertib, lancar, dan kondusif.


Hal tersebut disampaikan Karo Ops Polda Jawa Tengah Kombes Pol Basya Radyananda usai rangkaian kegiatan penyampaian pendapat di kawasan Bundaran Tugu Muda, Kota Semarang.


Basya mengatakan, dalam memberikan pelayanan selama aksi penyampaian pendapat, Polri tidak menempatkan diri sebagai pihak yang berseberangan dengan mahasiswa. Sebaliknya, Polri memandang dirinya sebagai bagian dari proses demokrasi yang memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.


“Polisi itu bukan menjadi lawan. Kita berkawan. Dalam sebuah demokrasi, Polri itu adalah kawan demokrasi bagi teman-teman mahasiswa,” ujar Kombes Pol Basya Radyananda.


Menurutnya, koordinasi dan komunikasi yang baik menjadi kunci agar aspirasi mahasiswa dapat difasilitasi tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat lainnya.


“Kami selalu akan memfasilitasi apa yang menjadi keinginan mahasiswa. Alhamdulillah tadi kesepakatan bisa kita penuhi dan akhirnya berjalan dengan lancar,” katanya.


Basya menambahkan, kesepakatan untuk menjaga ketertiban telah dibangun melalui komunikasi dan koordinasi antara petugas kepolisian dengan perwakilan mahasiswa.


“Kita sudah berkoordinasi dengan korlap. Semua (Polisi dan Mahasiswa) ingin agar kegiatan berjalan tertib. Ini yang kita harapkan, karena ketika komunikasi dan koordinasi berjalan baik, penyampaian pendapat juga dapat berlangsung dengan baik,” tambahnya.


Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, kepolisian juga melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas berupa kanalisasi di sekitar kawasan Bundaran Tugu Muda.


Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan ruang bagi peserta aksi dalam menyampaikan aspirasi, sekaligus menjaga agar arus kendaraan masyarakat tetap dapat berjalan.


Basya menegaskan, pelayanan kepolisian dalam setiap kegiatan demokrasi harus memperhatikan seluruh lapisan masyarakat, baik mereka yang menyampaikan pendapat maupun masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas sehari-hari.


“Demokrasi itu menjamin hak yang menyampaikan pendapat dan juga menjamin hak masyarakat yang tidak sedang menyampaikan pendapat. Ke depan, polisi akan terus mengawal demokrasi dan kami akan menjadi kawan demokrasi bagi teman-teman yang melaksanakan penyampaian pendapat di muka umum,” pungkasnya.


Aksi Berakhir Tertib


Rangkaian penyampaian pendapat di kawasan Bundaran Tugu Muda berakhir sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah menyampaikan orasi dan pernyataan sikap, para peserta kemudian kembali menuju Jalan Pemuda dengan pengawalan petugas untuk membubarkan diri secara tertib.


Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta aksi yang telah menyampaikan aspirasi dan kemudian membubarkan diri dengan tertib.


“Kami mengapresiasi teman-teman mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasinya dengan baik dan kemudian membubarkan diri secara tertib. Sampai seluruh peserta meninggalkan lokasi, saat ini situasi di Kota Semarang dalam keadaan aman dan kondusif,” ujar Kombes Pol Yuliyanto.


Ia juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang turut menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung serta masyarakat yang memberikan ruang kepada mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi.


“Terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk masyarakat dan peserta aksi, yang bersama-sama menjaga suasana tetap kondusif. Perbedaan aspirasi tidak menghalangi kita untuk tetap saling menghormati,” tambahnya.


Yuliyanto menegaskan, berakhirnya kegiatan penyampaian pendapat secara tertib menunjukkan bahwa ruang demokrasi dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga ketertiban masyarakat.


“Aspirasi telah disampaikan, kegiatan telah selesai, dan mahasiswa sudah membubarkan diri. Kami berharap semangat menyampaikan pendapat secara damai dan tertib ini terus dijaga,” pungkasnya.


Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, situasi kamtibmas di Kota Semarang terpantau aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat pun kembali berlangsung normal.(Goent)