Advertisement
Laporan : Goent
PATI |MATALENSANEWS.COM– Momen khidmat upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI) di Kabupaten Pati mendadak menjadi sorotan. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, salah melafalkan sila kedua Pancasila saat memimpin pembacaan Pancasila.
Peristiwa tersebut terjadi dalam upacara HUT ke-81 RI yang digelar di Alun-Alun Kabupaten Pati, Senin (17/8/2026).
Saat membacakan Pancasila, Risma yang diketahui merupakan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terdengar mengucapkan sila kedua dengan kalimat "Keadilan yang Adil dan Beradab".
Padahal, rumusan sila kedua Pancasila yang benar adalah "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab."
Dalam rekaman video yang beredar, Risma tampak lancar ketika mengucapkan sila pertama. Kekeliruan baru terdengar saat memasuki sila kedua.
Kesalahan pelafalan tersebut tidak diikuti oleh peserta upacara. Hadirin tetap mengucapkan sila kedua dengan rumusan yang benar, yakni "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab".
Setelah itu, pembacaan sila ketiga hingga sila kelima oleh Risma berlangsung sesuai dengan rumusan Pancasila.
Momen tersebut sebelumnya turut terekam dalam siaran langsung upacara yang ditayangkan melalui kanal YouTube. Namun, tayangan langsung yang memperlihatkan bagian kesalahan pelafalan tersebut kini telah diturunkan.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan resmi dari Risma Ardhi Chandra mengenai kesalahan pelafalan sila kedua Pancasila tersebut.
Sejarah Perumusan Pancasila
Pancasila merupakan dasar negara sekaligus ideologi bangsa Indonesia. Rumusan Pancasila memiliki sejarah panjang dalam proses persiapan kemerdekaan Indonesia.
Gagasan mengenai dasar negara Indonesia disampaikan dalam rangkaian sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1945. Sejumlah tokoh, di antaranya Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno, menyampaikan gagasan mengenai dasar negara dalam sidang tersebut.
Dalam peristiwa di Kabupaten Pati ini, bagian yang menjadi perhatian publik adalah kekeliruan saat pengucapan sila kedua. Rumusan yang seharusnya berbunyi "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab", namun terdengar diucapkan menjadi "Keadilan yang Adil dan Beradab."

