Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Sabtu, 05 September 2026, 5:54:00 PM WIB
Last Updated 2026-09-05T10:54:48Z
BERITA TNINEWS

Kodam IV/Diponegoro Bangun 311 Jembatan dan 576 Sarana Air Bersih untuk Masyarakat Jateng-DIY

Advertisement


SEMARANG|
MATALENSANEWS.COM – Upaya Kodam IV/Diponegoro dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dasar dan penyediaan air bersih terus dilakukan di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).


Hingga 2026, Kodam IV/Diponegoro telah membangun 311 jembatan serta 576 sarana penyediaan air bersih yang tersebar di berbagai wilayah Jateng dan DIY.


Hal tersebut disampaikan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., saat mengikuti live streaming bersama Kompas TV dalam program Jurnal Nusantara bertema “Kodam IV/Diponegoro Sukseskan Program Strategis Nasional (PSN)” dari Makodam IV/Diponegoro, Sabtu (5/9/2026).


“Kami Kodam IV/Diponegoro terus mengakselerasi pelaksanaan pembangunan, baik itu jembatan maupun sumur bor air,” ujar Achiruddin.


Ia menjelaskan, dari total 311 jembatan yang telah dibangun, terdiri atas 156 jembatan perintis atau jembatan gantung, 119 jembatan beton, dan 36 jembatan Armco.


Sementara itu, dalam sektor penyediaan air bersih, sejak 2021 hingga 2026 Kodam IV/Diponegoro telah membangun 576 sarana, yang meliputi pompa hidram, sumur bor, serta jaringan pipanisasi.


Sarana tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus mendukung sektor pertanian, termasuk kebutuhan irigasi dan persawahan.


Menurut Pangdam, pembangunan infrastruktur tersebut diarahkan ke wilayah yang benar-benar membutuhkan, terutama daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses penghubung maupun kesulitan mendapatkan air bersih.


Kehadiran jembatan diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, mendukung aktivitas perekonomian, serta mempermudah akses masyarakat menuju fasilitas pendidikan. Sedangkan pembangunan sarana air bersih diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus membantu produktivitas sektor pertanian.


Dalam menentukan lokasi pembangunan, Kodam IV/Diponegoro berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat melalui jajaran kewilayahan. Setiap usulan yang masuk terlebih dahulu dilakukan survei untuk memastikan pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat secara luas.


Pelaksanaan pembangunan juga melibatkan masyarakat setempat. Keterlibatan tersebut tidak hanya pada proses pembangunan, tetapi juga diharapkan berlanjut dalam pemeliharaan sarana setelah selesai digunakan.


Pangdam menilai partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting agar berbagai fasilitas yang telah dibangun dapat terus dimanfaatkan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.


“Harapan kami, harapan dari pihak TNI bahwa kegiatan ini merupakan program yang sangat baik yang diinisiasi oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto ini bisa berkelanjutan terus, karena masih banyak sasaran-sasaran yang harus kita capai,” ungkapnya.


Menurut Achiruddin, masih terdapat sejumlah wilayah yang membutuhkan pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jembatan serta sarana dan prasarana air bersih.


“Masih banyak titik-titik daerah-daerah yang masih membutuhkan jembatan, sarana dan prasarana air bersih,” imbuhnya.


Melalui berbagai program tersebut, Kodam IV/Diponegoro terus memperkuat perannya dalam membantu pemerintah mengatasi berbagai kesulitan masyarakat, khususnya di wilayah Jateng dan DIY yang masih menghadapi keterbatasan akses infrastruktur serta kebutuhan dasar.(Goent)