Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Sabtu, 17 Oktober 2026, 8:04:00 PM WIB
Last Updated 2026-10-17T13:04:55Z
INVESTIGASINEWS

Anggaran Talut Rp60,4 Juta Disebut Cair Sejak April, Pembangunan di Desa Banyusari Magelang Belum Terealisasi

Advertisement


MAGELANG|
MatalensaNews.com – Pembangunan talut di Dusun Dalangan, Desa Banyusari, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, anggaran pembangunan yang disebut telah cair sejak 20 April 2026 hingga Sabtu (17/10/2026) belum diikuti realisasi pekerjaan fisik sebagaimana diharapkan warga.


Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat setempat, anggaran pembangunan talut tersebut mencapai Rp60.404.400. Warga menyebut, hingga pertengahan Oktober 2026, di lokasi baru terlihat tumpukan material yang diduga disiapkan untuk mendukung pembangunan.


Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat, terutama terkait kepastian pelaksanaan pembangunan yang dinilai mendesak. Warga berharap talut segera dibangun karena lokasi tersebut berada di turunan jalan dengan kondisi bagian tepi yang berlubang.


Kondisi itu dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan, terlebih pengendara yang melintas di lokasi tersebut. Apabila tidak segera ditangani, kerusakan di tepi jalan berpotensi memicu kecelakaan.


Kepala Desa Benarkan Anggaran Telah Cair


Untuk memperoleh kejelasan dan menghindari berkembangnya polemik di tengah masyarakat, dilakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Banyusari, Titik Lestari, pada Sabtu (17/10/2026), sekitar pukul 12.30 WIB.


Dalam konfirmasi tersebut, sejumlah hal ditanyakan, mulai dari status pencairan anggaran hingga kendala yang menyebabkan pembangunan talut belum terealisasi meskipun waktu telah berjalan beberapa bulan sejak pencairan disebut dilakukan.


Kepala Desa Banyusari, Titik Lestari, membenarkan bahwa anggaran pembangunan talut tersebut telah cair. Namun, untuk memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kendala pelaksanaan pembangunan, ia kemudian memanggil Kaur Miftakhusurur.


Miftakhusurur selanjutnya memberikan keterangan mengenai alasan pekerjaan belum dapat dilaksanakan sesuai harapan masyarakat.


Tukang Belum Tersedia dan Debit Air Disebut Menjadi Kendala


Dalam penjelasannya, Miftakhusurur menyampaikan bahwa pembangunan talut mengalami hambatan karena tenaga tukang belum tersedia atau masih memiliki pekerjaan lain. Selain itu, kondisi air yang saat itu cukup besar disebut turut menjadi kendala dalam pelaksanaan pekerjaan.


Menurut penjelasan tersebut, kedua faktor itu menyebabkan pengerjaan talut tertunda hingga saat ini.


Meski demikian, keterangan mengenai kendala tersebut masih perlu diperjelas, terutama terkait jadwal pasti dimulainya pekerjaan, tahapan pelaksanaan, serta target penyelesaian pembangunan.



Warga Berharap Pembangunan Segera Dilaksanakan


Masyarakat Dusun Dalangan berharap pemerintah desa segera memberikan kepastian mengenai realisasi pembangunan talut. Selain menyangkut penggunaan anggaran, pembangunan tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan yang berada di lokasi turunan dan memiliki bagian tepi berlubang.


Di sisi lain, muncul pula informasi dari sebagian warga yang menyebutkan bahwa sebagian dana pembangunan berada di rekening salah satu kepala urusan (Kaur). Informasi tersebut belum terverifikasi secara independen sehingga perlu diklarifikasi lebih lanjut kepada pihak terkait.


Belum adanya realisasi pekerjaan fisik hingga Oktober, sementara anggaran disebut telah cair sejak April, menjadi persoalan yang membutuhkan penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan.


Pemerintah Desa Banyusari diharapkan dapat menyampaikan informasi yang jelas mengenai administrasi anggaran, alasan penundaan, serta rencana pelaksanaan pembangunan kepada masyarakat.


Dengan adanya kepastian tersebut, warga berharap pembangunan talut dapat segera direalisasikan sesuai peruntukannya, sekaligus menjawab kebutuhan keselamatan pengguna jalan di Dusun Dalangan.(Djoko S)