Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Sabtu, 03 Oktober 2026, 2:12:00 PM WIB
Last Updated 2026-10-03T07:12:34Z
BERITA POLISINEWS

Brigjen Roy Hardi Siahaan Jadi Kapolda Jateng, Pernah Pimpin Penangkapan Buronan Narkoba Internasional

Advertisement

Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan

JAKARTA|
MatalensaNews.com – Tongkat kepemimpinan Polda Jawa Tengah kembali berganti. Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan ditunjuk menjadi Kapolda Jawa Tengah menggantikan Irjen Pol Ribut Hari Wibowo yang mendapat penugasan baru sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Wakalemdiklat) Polri.


Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Dalam telegram tersebut, sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah Polri mendapat rotasi serta penugasan baru.


Pergantian tersebut menempatkan Roy Hardi Siahaan sebagai salah satu pejabat utama kepolisian di wilayah Jawa Tengah. Sebelumnya, ia menjalankan tugas di Badan Narkotika Nasional (BNN), termasuk sebagai Direktur Penindakan dan Pengejaran Deputi Bidang Pemberantasan BNN.


Roy Hardi lahir di Medan, 16 Februari 1970, dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1993. Kariernya banyak bersinggungan dengan bidang reserse dan penindakan tindak pidana, termasuk pemberantasan narkotika.


Pernah Bertugas di Jawa Tengah


Nama Roy Hardi Siahaan bukan sepenuhnya asing bagi masyarakat Jawa Tengah. Sebelum menjalankan sejumlah tugas di berbagai daerah dan BNN, ia pernah bertugas di lingkungan Polda Jawa Tengah dan menjabat sebagai Kasat Reskrim Polrestabes Semarang.


Saat menjalankan tugas tersebut, namanya antara lain dikaitkan dengan penanganan kasus pernikahan di bawah umur yang melibatkan Syekh Puji.


Pengalaman di bidang reserse kemudian membawanya menduduki sejumlah jabatan di berbagai wilayah. Perjalanan kariernya juga mencakup penugasan di luar struktur Polri, khususnya di lingkungan BNN.


Kiprah di BNN


Salah satu kiprah Roy Hardi yang mendapat perhatian terjadi ketika dirinya menjabat Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN.


Pada Desember 2025, ia memimpin operasi senyap lintas negara yang berhasil menangkap Dewi Astutik alias Mami di Sihanoukville, Kamboja. Dewi merupakan buronan internasional yang dikaitkan dengan penyelundupan dua ton sabu dan jaringan narkotika internasional.


Operasi tersebut melibatkan BNN, Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI, BAIS TNI, serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Penangkapan dilakukan di Sihanoukville sebelum Dewi dibawa ke Phnom Penh untuk proses verifikasi dan penyerahan resmi antarotoritas.


Pengalaman Penanganan Jaringan Narkotika


Selain operasi penangkapan Dewi Astutik, Roy Hardi juga memiliki pengalaman dalam penanganan perkara narkotika ketika bertugas di lingkungan BNN.


Rekam tugasnya mencakup penanganan jaringan narkotika di sejumlah wilayah serta operasi pemberantasan peredaran narkoba lintas daerah dan lintas negara.


Pengalaman tersebut menjadi bagian dari latar belakang penugasan Roy Hardi sebelum dipercaya mengisi posisi Kapolda Jawa Tengah.


Pergantian Kepemimpinan Polda Jateng


Sementara itu, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo yang sebelumnya menjabat Kapolda Jawa Tengah mendapat penugasan sebagai Wakalemdiklat Polri.


Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan, rotasi dan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri.


"Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian," kata Johnny dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).


Dengan penugasan tersebut, Brigjen Roy Hardi Siahaan kini dipercaya memimpin Polda Jawa Tengah. Penunjukan ini sekaligus membawa kembali seorang perwira yang sebelumnya pernah menjalankan tugas di wilayah Jawa Tengah ke lingkungan kepolisian daerah tersebut.(Goent)