Galian C di Boyolali, Diduga Masih Gunakan Solar Subsidi -->

Galian C di Boyolali, Diduga Masih Gunakan Solar Subsidi

Sunday, November 24, 2019, November 24, 2019
BOYOLALI,MATALENSANEWS.com-Salah satu perusahaan tambang batu andesit yang berlokasi di Desa Trosobo, Kecamatan Sambi, Boyolali diduga menyalahi aturan terkait penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional perusahaan,sabtu (23/11/2019).
Perusahaan tambang batu yang diketahui milik PT Aneka Karya tersebut, diduga menggunakan BBM bersubsidi guna meraup keuntungan besar tanpa memperdulikan aturan yang ada.
Dari data yang ada dilapangan,beberapa jerigen solar disembunyikan di dalam pos penjagaan, di samping area lokasi tambang batu yang berada di belakang embung Trosobo.Solar itu untuk keperluan operasional alat berat seperti dua unit Beko/Ekskavator dan satu unit stone breaker.
Sementara itu, dengan adanya dugaan BBM bersubsidi yang digunakan untuk keperluan perusahaan tambang batu, kondisi ini cukup merugikan negara dan melanggar ketentuan dalam peraturan pertambangan.
Perpres Nomor 191 Tahun 2014 pengguna BBM tertentu termasuk solar subsidi hanya ditujukan bagi rumah tangga, usaha mikro, usaha pertanian, usaha perikanan, transportasi dan pelayanan umum. Jadi walaupun sewa ataupun dimiliki industri khususnya diatas roda 6 tidak berhak menggunakan solar bersubsidi.
SPBU pemberi solar subsidi kepada pengguna yang bukan subsidi harus ditindak bila perlu diberi skors SPBU nya, begitupun dengan perusahaan nakal tersebut.Pihak PT Pertamina harus segera mengambil tindakan dengan mengevaluasi pihak SPBU.
Sementara, hingga berita ini ditulis pihak PT Aneka Karya enggan dimintai keterangan permasalahan ijin maupun penggunaan solar bersubsidi.Bahkan seakan menghindar ketika diwawancarai oleh awak media MATALENSANEWS.com di lokasi tambang batu.
Sementara dari berbagai informasi yang berhasil dihumpun, sejak beberapa waktu lalu PT Pertamina (Persero) melakukan perubahan pada harga BBM untuk industri dan bunker, periode 1-14 November 2018. Berdasarkan surat keterangan perusahaan nomor 877/F14420/2018-S4, rincian perubahannya adalah sebagai berikut: 
1. Pertamax: Rp 10.500 per liter
2. Pertalite: Rp 10.250 per liter
3. Premium: Rp 10.000 per liter
4. Minyak tanah: Rp 12.500 per liter
5. Biosolar industri: Rp 14.100 per liter
6. Minyak diesel: Rp 12.900 per liter
7. Minyak bakar: Rp 11.300 per liter
8. Pertamina dex: Rp 14.400 per liter
9. Dexlite: Rp 14.160 per liter.


Untuk solar subsidi dijual dengan harga Rp 5.150 per liternya dan non subsidi atau solar Dex seharga Rp 10.400 per liternya.(Anden/Guntur)

TerPopuler