Mengenal Sejarah Masjid Cipto Mulyo di Wilayah Pengging -->

Mengenal Sejarah Masjid Cipto Mulyo di Wilayah Pengging

Friday, December 20, 2019, December 20, 2019
BOYOLALI,MATALENSANEWS.com-Masjid Cipto Mulyo yang terletak di Desa Pengging, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Propinsi Jawa Tengah. Merupakan masjid tertua di wilayah kabupaten Boyolali, Jumat (20/12/2019).

Masjid Cipto Mulyo merupakan masjid peninggalan dari Sunan Pakubuwono X di tahun 1838. Kata cipto mulyo berasal dari bahasa Jawa yang berarti menciptakan suatu kemuliaan di dunia dan akhirat. Masjid ini berada sebelum memasuki gerbang menuju makam seorang pujangga Keraton Surakarta yaitu R.Ng. Yosodipuro.

Bangunan masjid Cipto Mulyo termasuk dalam bangunan kuno dengan nuansa Jawa. Desain masjid dibuat khas Jawa yaitu berbentuk limasan seperti pendopo. Jika masuk ke dalam masjid maka akan terlihat pilar masjid yang terbuat dari kayu jati dan dicat berwarna krem. Masjid ini didirikan di atas batur dengan tinggi sekitar 75 cm. Masjid Cipto Mulyo didirikan di atas lahan seluas 15.750 m2 dengan luas bangunan 230 m2. Pintu masuk masjid ini menghadap ke arah tenggara.

Di tiang depan masjid terdapat papan kayu dengan tulisan berbahasa Jawa dalam huruf latin. Tulisan tersebut merupakan tanda dari tanggal saat dilakukan renovasi oleh Pakubuwono X. Huruf latin di tiang depan masjid tersebut bertuliskan Adegipun Masjid Cipto Mulyo Pengging – Banyudono – Boyolali, Selasa Pon 14 Jumadil Akhir 1838 Je yang artinya berdirinya Masjid Cipto Mulyo Pengging – Banyudono – Boyolali pada hari Selasa Pon 14 Jumadil Akhir 1838.

Je diartikan sebagai tahun keempat dalam penanggalan Jawa yang jika dikonversikan dalam tahun Masehi yaitu 1909 M. Diperkirakan pembangunan masjid ini hampir berbarengan dengan pendirian tempat peristirahatan kaum bangsawan Keraton Surakarta.

Pada bagian atas pintu Masjid terdapat ornamen kayu dengan tulisan HBX. Sedangkan serambi sebelah kanan masjid terdapat bedug besar yang dilengkapin kentongan besar. Di sebelahnya terdapat papan pengumuman masjid. Karena posisi masjid yang miring 24º ke arah utara maka di tengah serambi masjid dapat ditemukan tanda arah mata angin untuk menunjukkan arah kiblat.

Ruang utama masjid terdapat saka guru berjumlah 4 buah yang terbuat dari kayu jati . Atap masjid berbentuk tumpang atau limas terlihat meruncing dari dalam ruang utama masjid ini. Untuk mmperlancar sirkulasi udara diberikan jendela dan dilengkapi dengan kipas angin. Di ruang utama ini terdapat mimbar kayu yang berada di samping mihrab. Di atas mihrab terdapat ornamen kayu bertuliskan 3 huruf Arab.

Pada awal pendirian Masjid Cipto Mulyo Pengging, atap masjid dibuat dari sirap. Namun sekarang sudah diganti dengan atap dari kayu.(Gas/Nug)

TerPopuler