Muspida Boyolali Sidak Swalayan Dan Pasar Ampel

Muspida Boyolali Sidak Swalayan Dan Pasar Ampel

Thursday, July 16, 2020, July 16, 2020
Sekda dan Dandim menyebut swalayan yang didatangi dinilai sudah menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah dalam memutus mata rantai covid 19
Boyolali,MATALENSANEWS.com-Sekda Boyolali Masruri bersama Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Aris Prasetyo S.I.P meninjau dua swalayan dan Pasar Ampel. Kegiatan monitoring tersebut dilakukan untuk mengecek kesiapan new normal di kedua pusat perdagangan tersebut, Rabu Siang (15/07)

Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan rombongan Sekda dan Dandim menyebut swalayan yang didatangi dinilai sudah menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah dalam memutus mata rantai covid 19.

“Sudah bagus, saya lihat para pengunjung swalayan sudah memakai masker, menjaga jarak, dan sudah ada pembatas di kasir bahkan petugas kasir juga menggunakan kaos tangan sesuai protokol kesehatan, yang kurang hanya thermo gun di depan,” kata Sekda.

Kendati demikian, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pun harus lebih ekstra lagi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar, mengingat dua swalayan itu berada tak jauh dari Pasar Boyolali kota dan Pasar Sunggingan. Edukasi tersebut diantaranya dengan memasang spanduk maupun pamflet tentang bahaya virus corona.

“Kondisi ini perlu dikelola terus dengan imbauan humanis dan pembagian masker oleh Forkopimda. termasuk pemberitahuan ‘area wajib masker dan physical distancing’, layak untuk dipasang di pangkalan ojek atau PKL, area pertokoan hingga jalur perlintasan orang,” imbuh Dandim.

Selanjutnya monitoring yang dilakukan dua tokoh Forkopimda itu langsung melanjutkan kegiatan tersebut ke Pasar Ampel. Sebagaimana di ketahui pada Rabu (15/07), sejumlah petugas melakukan penyemprotan disinfeksi secara serentak, menyusul penutupan sementara pasar, karena adanya pedagang di Pasar Ampel terkonfirmasi positif Covid-19.

“Setelah penyemprotan, di Pasar Ampel para petugas pasar dibantu TNI/Pori juga tetap bersiaga,” kata Dandim.
Sementara itu, Camat Ampel, Dwi Sundarto saat ditemui di lokasi pasar berharap dengan adanya temuan pasien positif di Pasar Ampel, dilanjutkan dengan proses disinfeksi, Pasar Ampel bisa beroperasi seperti semula. Sebanyak 1.335 pedagang bisa beraktivitas kembali.
“Diadakan penyemprotan disinfektan selama tiga hari berturut-turut. Harapan kami dengan adanya sterilisasi ini nanti menjadi aman bagi pedagang maupun pembeli yang ada di pasar ini,” ujar Dwi.

Dwi menambahkan dalam waktu dekat pihaknya akan melaksanakan rapid tes atau tes cepat Covid-19 kepada sejumlah pedagang Pasar Ampel untuk memastikan kondisi pedagang. “Rapid tes itu nanti diutamakan untuk para pedagang di pasar pagi,” pungkasnya.(Agus Kemplu)

TerPopuler