Simulasi Uji Coba Sari Rejo Kota Salatiga, Dengan Dasar Protokol Kesehatan -->

Simulasi Uji Coba Sari Rejo Kota Salatiga, Dengan Dasar Protokol Kesehatan

Tuesday, July 14, 2020, July 14, 2020
Cafe Danny Rw. 09 Kel. Sidorejo Lor Kec. Sidorejo Kota Salatiga
Salatiga,MATALENSANEWS.com-Bertempat di Cafe Danny Rw. 09 Kel. Sidorejo Lor Kec. Sidorejo Kota Salatiga dilaksanakan kegiatan Simulasi Protokol Kesehatan yang difasilasi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Salatiga, Selasa (14/7/20).

Acara yang dimulai pada pukul 13.00 Wib sampai dengan 14.30 wib dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit M.Si, Kapolres diwakili Kapolsek Sidorejo AKP. Harjan Widodo S. H, Ketua PHRI Valentino Haribowo, Ketua paguyuban karoke Suminten, Ketua Rw.  09 Sarirejo Andi, Jajaran Pejabat Polsek Sidorejo, Kepala Diparbud, DPMPTSP, Dinas Kesehatan, Sekcam Kec. Sidorejo, Lurah Sidorejo serta Satpol PP.

Ketua Rw. 09 Sarirejo Andi, berharap semoga setelah kegiatan ini semoga pelaku usaha di kawasan ini dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dengan tidak mengabaikan aturan protokol kesehatan.

Ditempat yang sama,Walikota Salatiga yang diwakili Kepala Dinas Periwisata Pemkot Salatiga Valentino Haribowo menyaksikan momentum strategis simulasi operasional, khusunya usaha hiburan karouke di Sarirejo.

Valentino Haribowo,mengucapkan terimakasih kepada para pengurus paguyuban atas terlaksananya kegiata  ini  dan meminta maaf atas ketidak hadiran secara langsung dari Walikota Salatiga karena terkendala acara lain.

Kegiatan simulasi ini, sebagai indikator bawasannya pemerintah hadir bagi para pelaku usaha sektor pariwisata, unsur regulator dibidang usaha wisata, khusunya di RW. 09 Sarirejo.

Perwali No. 17 tahun 2020, menjadi dasar dan acuan sektor pariwisata guna  mobilisitator dan mendorong pertumbungan ekonomi. Dengan catatan adaptasi dengan tatanan new normal dengan penerapan protokol kesehatan ketat dan disiplin.

Dinas Pariwisata akan menetakan regulator kriteria bagi para pelaku usaha pariwisata, dalam membuka operasional tempat usaha sudah tutup selama 4 (Empat) Bulan dan sebagian belum siap sesuai prosedural.

Sarirejo terdapat sebanyak  55 (Lima Puluh Lima) para pelaku usaha, sesuai asesment mengerucut dari 16 (Enam Belas) menjadi 6 (Enam) mengedepankan efisiensi dan aktifitas uji cobapembukaan usaha usaha karouke.

"Uji terap sudah dilakukan dibeberapa daerah dan koordinasi dengan Pemrov Jateng. Untuk penerapan protokol kesehatan RW. 09 dinilai lebih memadahi. Maka diambil kebijakan mulai tanggal 16 Juli 2020 para pelaku usaha bisa beroprasional," terang Valentino Haribowo.

Ketua DPRD kota Salatiga Bpk. Dance Ishak Palit M. Si menerangkan bahwa, ada 2 hal yang harus kita atur dalam situasi Pandemi Covid 19 ini,antara lain pencegahan dan pengendalian.

Serta menekankan bahwa untuk kota Salatiga ini penyebaran Covid sudah melalui transmisi lokal. Karena itu dengan adanya usaha karoke ini dapat menjadi peningkatan imun,  tidak menutup kemungkinan kepada semua pelaku usaha agar lebih giat berolah raga.

Diharapkan dengan hidupnya kembali usaha ini dapat menjadi keceriaan yang dapat menimbulkan imun yang kuat sehingga dapat mencegah timbulnya Cluster baru di Kota Salatiga ini.

 Kami atas nama DPRD Kota Salatiga menyambut baik untuk kegiatan ini tetapi dengan catatan dilaksanakan secara protokol dan aturan yang berlaku, jelas Ketua DPRD kota Salatiga.

Menurut Kapolsek Sidorejo AKP. Harjan Widodo S. H, Sektor Pariwisata untuk sekarang ini kami rasa memang harus berjalan agar dapat mencegah kemacetan ekonomi.

Kami sebagai aparat keamanan juga berharap agar protokol kesehatan juga tetap dijaga. Dan juga menghimbau agar tidak muncul Cluster baru di Rw. 09 Sarirejo ini.Kami beserta jajaran pemerintahan akan mengambil langkah tegas apabila timbul Cluster baru di wilayah Rw. 09 Sarirejo,ungkapnya.

Dari pengajuan 55 usaha Karaoke lalu, diverifikasi 15 usaha kemudian direkomendasi 7 diantaranya :
1. Karaoke inul
2. Cafe Dany
3. Cafe Ratna 1
4. Cafe Ratna 3
5. Cafe FM
6. Cafe Chie
7. Cafe Mini 1

Sedangkan Teknis dalam kegiatan simulasi tersebut antara lain :
1. Petugas Cafe cek suhu badan pengunjung menggunakan thermogun
2. Pengunjung diwajibkan mencuci tangan sebelum masuk cafe
3. Pencatatan identitas pengunjung
4. Pengunjung memasuki ruangan karoke yang didalamnya sudah terpasang cctv guna menjaga sosial distancing.
5. Pembayaran dilaksanakan dengan sistem non tunai.(Guntur)

TerPopuler