Sambut Bulan Ramadban, Kabupaten Semarang Surplus Beras Sebanyak 5.996 Ton -->

Header Menu


Sambut Bulan Ramadban, Kabupaten Semarang Surplus Beras Sebanyak 5.996 Ton

Editor: Guntur Sri Hartono
Sunday, April 11, 2021

Istimewa.


Laporan: Wahyu Nugroho


Ungaran,MATALENSA - Menjelang bulan Suci Ramadan dan Lebaran tahun 2021, terdapat surplus  komoditas beras di Kabupaten Semarang. Menurut Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan (Dispertan) Wigati Sunu, saat ini tersedia 11.539 ton beras dari perkiraan kebutuhan sebanyak 5.543 ton. Sehingga terdapat kelebihan stok sebanyak 5.996. 


“Sampai tri wulan pertama tahun ini sasaran luas tanam mencapai 29 persen sedangkan sasaran produksi sebesar 22 persen,” terangnya disela-sela mendampingi Bupati H Ngesti Nugraha panen raya padi di Dusun Bogo Desa Timpik, Susukan, belum lama ini.


Ditegaskan oleh Wigati Sunu, target luas panen maupun produksi tahun 2021 diharapkan akan tercapai. Meskipun di beberapa kecamatan lumbung padi mengalami gangguan hama, dia  optimis memenuhi target yang ditetapkan.


Dikatakan, sasaran produksi padi tahun 2021 sebanyak 262.405,6 gabah kering panen (GKP) dan telah tercapai 57.112,3 ton GKP sampai akhir triwulan pertama tahun ini. Tingkat produksi itu diperkirakan dapat dipenuhi dari luasan panen sebesar 45.243 hektar hingga akhir tahun ini dengan asumsi rata-rata produksi 6,7-7 ton per hektar.


Selain itu, lanjutnya, tingkat produksi jagung juga cukup menggembirakan. Sampai dengan Maret lalu, telah tercapai jumlah produksi sebanyak 33.275,4 ton atau 43 persen dari total target tahun ini sebanyak 76.815 ton. Pencapaian itu diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani.


 “Upaya lain untuk melindungi pendapatan petani adalah mendorong mereka dan kelompoknya mengikuti program Asuransi  Usaha Tani Padi,” tambahnya.

Panen raya padi di lahan garapan kelompok tani “Taruna Tani” Dusun Bogo dipimpin langsung oleh Bupati H Ngesti Nugraha. Ikut mendampingi Camat Susukan Dewanto LW dan Forkompimcam. 


“Para petani harus terus berinovasi untuk menaikkan produksi. Kurangi pupuk kimia dan mulailah beralih ke pertanian organik,” tegasnya.


Penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kecamatan Susukan, Gunadi menjelaskan luasan panen padi varietas unggul Impari 32 dan 42 itu mencapai kurang lebih 58 hektar dengan tingkat produksi rata-rata 6,7 hektar.(*)