DPMD Pulau Taliabu Dalam Rakor dilaporkan, Ada 2 Desa Progres BLT-DD nya Sangat Buruk -->

DPMD Pulau Taliabu Dalam Rakor dilaporkan, Ada 2 Desa Progres BLT-DD nya Sangat Buruk

Tuesday, September 28, 2021, 3:10:00 PM


TALIABU,MATALENSANEWS.com– Rapat koordinas ( Rakor) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMD) Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara bersama dengan pengelola Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD), pada hari Senin (27/09/2021), kemarin.


Rakor ini dalam rangka mengevaluasi penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT), sarana prasarana, dan persiapan perencanaan desa tahun 2022.


"Jadi rapat tadi adalah koordinasi dalam rangka mengevaluasi penyaluran bantuan langsung tunai (BLT), sarana prasarana desa, dan persiapan perencanaan SDGs (sustainable development goals) desa tahun 2022," ungkap Kepala DPMD Pulau Taliabu, Agusmawati Toib Koten


Menurut Kadis DPMD, dalam Rakor dibahas evaluasi penyaluran BLT tahap satu, dua dan tiga. 


Rakor dengan P3MD ini, terkait progres pencapaian penyaluran BLT-DD dan laporan stunting dan progres pekerjaan terkait sarana prasarana (Sapras) yang dibiayai oleh dana desa ( DD) itu sendiri.


“Saat ini, penyaluran BLT sendiri sudah mendekati angka 100 persen," kata ibu Kadis


Jadi, kita tahu bahwa penyaluran bantuan langsung tunai dana desa ( BLT-DD) untuk tahap I dan II sudah 100 persen.


Tinggal kita masuk pada tahap III seharusnya mulai dari Bulan Januari sampai Oktober itu sudah tersalurkan.


Karena berdasarkan pembagian BLT itu tahap I lima bulan, tahap II lima bulan dan tahap III dua bulan,” ungkapnya.


Selain pembahasan evaluasi penyaluran BLT, Rakor juga membahas SDGs desa di 71 desa di Kabupaten Pulau Taliabu.


Seharusnya kan sudah, dari total 71 desa sudah selesai SDGs desanya.


Tetapi kenapa ini masih tersisa enam desa yang belum melakukan penetapan. 


"Namun pendataan sudah dilaksanakan hingga penginputan data," ujarnya.


Tamba Kadis DPMD Pulau Taliabu, dalam rakor juga dilaporkan terkait desa yang progres BLT-DD nya sangat buruk.


"Yang seharusnya sudah sampai bulan September 2021 ini selesai, tapi dua desa ini, baru menyalurkan tiga bulan yakni bulan Januari sampai dengan Maret yaitu desa Losseng dan desa Mintun." Akhiri penjelasan ini, melalui via pesan aplikasi Wasthapp pada Media ini, hari Selasa (28/9).


( Jek/Redaksi)

TerPopuler