Banyak BBM Ilegal Bersubsidi dan Industri Diduga Pemilik Lombot Katinae 03 Tidak Kantogi Ijin -->

Header Menu


Banyak BBM Ilegal Bersubsidi dan Industri Diduga Pemilik Lombot Katinae 03 Tidak Kantogi Ijin

Thursday, November 25, 2021


HALSEL,MATALENSANEWS.com- Lemahnya penegakan hukum dan pengawasan BBM bersubsidi di Kabupaten halmahera selatan (Halsel) membuat para oknum pengusaha ilegal terus beraktifitas memanfaat kondisi dan situasi


Seperti terlihat lombot katinae 03 rute Desa Babang kecamatan bacan timur (Halsel) ke Kepulauan Joronga (Halsel) di duga kuat mengangkut BBM Ilegal bersubsidi jenis minyak tanah dan bensin jenis peterlaiet dengan jumlah besar tampa mengantongi ijin pengangkutan. Kamis 25 November 2021.


Menurut warga sekitarnya kepada beberapa orang wartawan media online biro halmahera selatan (Halsel) membenarkan bahwa, Lombot laut PM KATINAE 03 hampir setiap jadwal keberangkatan terus mengangkut BBM bersubsidi,


"Lombot Katinae 03 bila berangkat dari Desa Babang menuju Kepulauan Joronga (Halsel) selalu membawa Minyak dan bensin peterlaiet jumlah empat sampai enam drum," Kata (Warga) Selasa 25/11/21 sekira pukul 10:00 Wit.


Setelah Informasi yang di peroleh kedua dua orang wartawan media online melakukan Investigasi dan menemukan puluhan gelong BBM bersubsidi jenis minyak tanah 71 gelong dan 2 drum minyak tanah.


Bukan itu saja. melainkan 30 gelong lebih bensin jenis petarlaiet yang di angkut menggunakan Lombot Laut Katinae 03 di duga kuat pemilik Lombot tidak memiliki ijin angkut dan surat surat berlayar.


Terpisah, pemilik Lombot Katinae 03 yang enggan ( tidak) menyebutkan namanya, saat dihubungi melalui via telfon seluler pada wartawan, mengaku BBM yang di angkutnya sebagian di pakai untuk 6 buah mesin jonson 40 PK dan sebagian milik orang lain.


Itu saya punya minyak pakai di dua Spit, untuk apa di foto foto dan siapa yang menyuruh pak wartawan foto dan kenapa laporkan ke polisi.


"Saya beli bukan sebatas satu pangkalan saja , jadi kalau mau lapor silahkan laporkan pangkalan pangkalan yang ada di desa Babang (Halsel) ke polisi , karena minyak yang lain itu pesanan milik orang dari kampung yang saya muat." cetusnya. Press release tim di Halsel melalui pesan via aplikasi Wasthapp pada Media ini, Kamis 25/11/2021.


( Jek)