Diduga Palsukan Tanda Tangan, Kasat Reskrim Polres Halsel Akan Melakukan Pemanggilan Beberapa Saksi -->

Header Menu


Diduga Palsukan Tanda Tangan, Kasat Reskrim Polres Halsel Akan Melakukan Pemanggilan Beberapa Saksi

Monday, November 15, 2021


HALSEL,MATALENSANEWS.com- Akhir akhir ini berbagai warga masyarakat desa di Kabupaten Halmahera selatan (Halsel) menyuarakan terkait pemalsuan tanda tangan dan tindak pidana korupsi yang sudah diberitakan media online maupun media cetak. Yang diduga di lakukan oleh sejumlah kepala desa di halmahera selatan (halsel).


Kini kembali di laporkan oknum Kepala desa Boso kecamatan gane barat utara (halsel)  berinsial (PG) ke Polres halmahera selatan (halsel) atas tindak pidana pemalsuan sejumlah tanda tangan. Senin 15 November 2021.


Pemlsuan tanda tangan yang diduga kuat di lakukan oknum pelaku tersebut terkait sejumlah aitem kegiatan desa yang teralisasi pada tahun anggaran 2019 lalu. namun dilapangan fisiknya nihil alias (Fiktif).


Atas dugaan kasus tersebut korban Alwan M. Banyak sorotan di datangi terus menerus oleh keluarga pelaku dan mendapat ancaman sehingga korban kuasakan kasus yang di alaminya ke Bapak Luki Daniel 


Selanjutn nya, Luki telah melaporkan kasusnya ke polres (halsel) pada hari senin tanggal 1 November 2021 dengan surat tanda terima laporan Nomor: STPL/276/Xl/2021/SPKT


Korban merasa takut dan terancam sehingga kasus ini di kuasakan ke saya untuk di tindak lanjuti ke polres (halsel)," kata (Luki). Senin 15/11/2021


Luki juga meminta pihak polres dapat menuntaskan kasus yang di laporkan nya.


Saya berharap penyidik polres agar dapat ditindaklanjuti kasus yang sudah  laporkan sampai ke persidangan.


Sehingga oknum pelaku dapat di berikan efek jerat agar hal ini menjadi pelajaran kita semua untuk tidak melakukan hal yang sama," pinta (Ruki).


Terpisah, Kasat Reskrim Polres (Halsel) Hadad Hi. Djafar S.H saat di konfirmasi beberapa wartawan di ruang kerjanya mengatakan, kasus tersebut sudah ia terima sehingga dalam waktu dekat dilakukan panggilan terhadap saksi-saksi,


"Pengaduan warga pada tanggal 1 November 2021, namun saat itu saya berada di luar daerah, jadi pengaduan baru saya terima pada tanggal 13 November 2021, dan minggu ini kami akan berikan panggilan terhadap beberapa saksi untuk di mintai keterangan." Ucapnya. Pres release tim dihalsel melalui via aplikasi Wasthapp pada Media ini, Senin 15/11/2021.


(Jek/Redaksi)