Tuti Nusandari Roosdiono dan BKKBN Jawa Tengah Sosialisasikan Pendataan Keluarga dan Penanganan Stunting -->

Header Menu


Tuti Nusandari Roosdiono dan BKKBN Jawa Tengah Sosialisasikan Pendataan Keluarga dan Penanganan Stunting

Tuesday, November 2, 2021


Ungaran,MATALENSANEWS.com- Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Tuti Nusandari Roosdiono kembali memberikan sosialisasi Bangga Kencana bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Selasa, (28/9/2021)

Hadir dalam kegiatan tersebut, Tuti Nusandari Roosdiono selaku Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan. Kepala BKKBN Provinsi Jawa Tengah, drg. Widwiono, M.Kes. Kepala BKKBN Kab. Semarang, Eka Jaya Sakti. Kepala Desa Timpik, Triyono. Dan Sis Budiyono selaku Tenaga Ahli Tuti Nusandari Roosdiono.


Kepala BKKBN Provinsi Jawa Tengah, drg. Widwiono, M.Kes dalam sambutannya mengharapkan sebelum membangun keluarga, para ibu-ibu ini bisa mempersiapkan beberapa hal agar nantinya saat sudah berkeluarga dapat menjadi keluarga yang harmonis.


Dalam sambutannya melalui virtual, Tuti Nusandari Roosdiono mengatakan, sosialisasi hari ini dilakukan bersama dengan mitra kerja Komisi IX DPR RI yaitu Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah. Mengangkat tema berkaitan kesehatan keluarga, salah satunya masalah stunting. 


Selain itu, kondisi yang terjadi saat ini, kebanyakan ibu-ibu mengandung sibuk atau lupa menjaga kesehatan tubuh. Akibatnya, setelah proses persalinan ASI tidak dapat keluar seperti yang semestinya.


“Seribu hari pertama kehidupan harus diperhatikan dan pemberian asupan gizi yang cukup melalui ASI. Terlebih di masa pandemi seperti sekarang, ingat pentingnya pemberian ASI eksklusif di awal kelahiran anak,” ujarnya.


Ditambahkan oleh Anggota DPR RI asal kota Salatiga tersebut, masyarakat juga harus mendukung program dari pemerintah untuk mengatasi pandemic covid-19 ini. Diantaranya dengan cara penerepan protocol kesehatan 5M, dan turut membantu program vaksin dari pemerintah.(T)