Tuti Nusandari Roosdiono, " Masalah Stunting Menjadi Perhatian Bersama Lintas Sektor" -->

Header Menu


Tuti Nusandari Roosdiono, " Masalah Stunting Menjadi Perhatian Bersama Lintas Sektor"

Saturday, November 6, 2021


Salatiga, MATALENSANEWS.com- , Isu stunting menjadi perhatian khusus bagi anggota DPR RI komisi IX fraksi PDI Perjuangan Tuti Nusandari Roosdiono. Bersama BKKBN yang merupakan mitra komisi IX DPR RI , Tuti N Roosdiono mengadakan sosialisasi Bangga Kencana di kecamatan Argomulyo kota Salatiga, Sabtu (6/11/2021).


Turut hadir dalam acara antara lain Agus Poedjianto dari BKKBN jawa tengah,Teddy Sulistio ketua DPC PDI Perjuangan Kota Salatiga, Kemat anggota DPRD kota Salatiga, Henny Mulyani selaku perwakilan dr BKKBN kota Salatiga, Sis Budiyono TA Tuti Nusandari Roosdiono, Serta tamu undangan yang hadir.


Melalui sambungan teleconverence Tuti N Roosdiono mengatakan bahwa sosialisasi pada hari ini dilakukan atas kerjasama kami Komisi IX DPR RI dengan mitra kerja kami yaitu BKKBN. Salah satu program kerja kami di Komisi IX DPR RI untuk keluarga Indonesia adalah bagaimana kami dapat bersinergi dengan BKKBN untuk penguatan keluarga sejahtera dan keluarga berencana. Pendataan Keluarga yg akurat sangat penting dilakukan pemerintah karena data tersebut untuk mengetahui profil dan kebutuhan masing-masing keluarga. Sehingga dengan data ini pemerintah dapat mencanangkan strategi yg tepat untuk kesejahteraan keluarga Indonesia. 


Salah satu program utama Presiden Jokowi yg ingin saya tekankan yaitu upaya pencegahan gangguan tumbuh kembang anak atau stunting. 


Berdasarkan data Dinkes tahun 2020, jumlah anak penderita stunting di Kabupaten Semarang sebanyak 3.817 dan sebanyak 156.549 balita di Jawa Tengah mengalami stunting. Oleh karena itu Presiden menargetkan pada tahun 2024, prevalensi stunting harus turun hingga 14%, sekarang masih sekitar 27% tambah Tuti.


Masalah stunting perlu menjadi perhatian bersama yang harus melibatkan lintas sektor dan dukungan secara penuh dari masyarakat, karena anak yg stunting perkembangan kecerdasannya tidak bisa optimal sampai ia nanti dewasa. 


"Setelah ini akan dipaparkan lebih rinci oleh narasumber kita dari BKKBN, saya harap informasi yg diberikan hari ini bermanfaat dan saya harapkan informasi ini dapat diteruskan kepada keluarga dan kelompok masyarakat yg lainnya", tambah Tuti yang merupakan anggota DPR RI asli kota Salatiga tersebut.


Agus Poejianto dari BKKBN jawa tengah menjelaskan kasus stunting menjadi kewaspadaan kita semua, Untuk itu kita harus menjaga pola makan terhadap ibu hamil agar asupan ASI tetap terjaga. Karena dengan makan makanan yang bergizi dapat mencegah anak dari stunting.


"Semoga dengan program yang di canangkan pemerintah dapat menekan kasus stunting di kota Salatiga dan Jawa Tengah pada umumnya", Tambah Agus. (Tri)