Diduga, Banyak Uang Rakyat Digurita Oleh Oknum oknum di Pemda Taliabu -->

Header Menu

Diduga, Banyak Uang Rakyat Digurita Oleh Oknum oknum di Pemda Taliabu

Saturday, April 9, 2022

Gambar : ilustrasi

TALIABU,MATALENSANEWS.com- Diduga banyak uang rakyat ditelan tikus tikus berdasi di Pemda Kabupaten Pulau Taliabu yang belum mempertanggung jawabkan sisa belanja Tahun Anggaran 2020, lalu seluruhnya Sebesar Rp 1.352.514.385,00.- ( Satu miliar tiga ratus lima puluh dua juta lebih) yang diduga oknum-oknum telah menghabiskan uang negara. Dihimpun media matalensanews.com. Sabtu, 09 April 2022.


Sebab. Ada Permasalahan Kas di Bendahara Pengeluaran merupakan tikus tikus berdasi di Pemda Taliabu  yang selalu berulang ulang setiap tahun, sehingga semakin lama nilai kekurangan kas menjadi semakin besar digurita 


Dimana, dalam Pemeriksaan hasil audit BPK di BKU, terdapat rekening koran dan aplikasi SIMDA yang digunakan oleh Bendahara Pengeluaran OPD Pemda Kabupaten Pulau Taliabu diketahui bahwa saldo awal per 1 Januari 2020 yang dicatat pada BKU masih tercantum nilai kekurangan Kas di Bendahara Pengeluaran yang terjadi pada tahun-tahun anggaran sebelumnya sehingga masih terbawa dalam saldo per 31 Desember 2020." ungkap Sumber terpercaya sesuai data hasil audit BPK.


Penelusuran lebih lanjut atas sisa Kas di Bendahara Pengeluaran, diketahui permasalahan sebagai berikut;


1). Sisa belanja tahun sebelumnya yang belum seluruhnya diselesaikan oleh Bendahara Pengeluaran sebesar Rp1.220.620.545,00.- ( Satu miliar dua ratus dua puluh juta lebih).


Sebab. Berdasarkan LHP atas LKPD Kabupaten Pulau Taliabu TA 2019, BPK melaporkan permasalahan Bendahara Pengeluaran pada delapan OPD belum 

mempertanggungjawabkan sisa belanja seluruhnya sebesar Rp 1.528.731.380,00.- (Satu miliar lima ratus dua puluh delapan juta lebih)


"Hasil pemantauan atas tindak lanjut rekomendasi BPK, menunjukkan bahwa terdapat penyetoran sisa UP Sebesar Rp308.110.835,00 atau masih terdapat sisa UP Tahun Anggaran 2019 yang belum disetorkan ke kas daerah sebesar Rp1.220.620.545,00.- ( Satu miliar lebih)." pungkas sumber terpercaya pada laporan hasil pemeriksaan audit BPK.


( Jek/Redaksi)