Diduga Pelaku Nekat Ancam & Bunuh Salah Satu Tokoh Adat Kesultanan Ternate, Didesak Kapolres Harus Ungkap -->

Header Menu

Diduga Pelaku Nekat Ancam & Bunuh Salah Satu Tokoh Adat Kesultanan Ternate, Didesak Kapolres Harus Ungkap

Saturday, April 16, 2022


HALSEL,MATALENSANEWS.com- Eks Camat Obi Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) bersama salah satu Wartawan Biro Halmahera Selatan meminta Kepolisian Repoblik Indonesia daerah Polda Maluku Utara melalui Polres Halmahera Selatan segera tangkap pelaku diduga kuat telah melakukan pengancaman terhadap Djauhar selaku Tokoh adat Kesultanan Ternate dan wartawan disana.


Sebab. Pelaku adalah Salah satu pengawas perusahan PT. Anggai Berkarya. Dimana, telah diduga kuat kembali mengancam dan membunuh eks Camat Obi Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) bersama salah satu Wartawan Biro Halmahera Selatan usai mengangkat berita pertambangan Galian C diduga Ilegal tersebut.


Insiden pengancaman tersebut sebelumnya pelaku atas Nama Muhammad Lajira yang beralamat di Desa Kampung Buton Kecamatan Laiwui-Obi (Halsel), terhadap Wartawan beberapa waktu lalu.


Kali ini pelaku kembali mengancam dan memukul serta membunuh eks Camat Obi (Halsel), Djauhar dan wartawan.


Menurut Djauhar,  merupakan tokoh Kesultanan Ternate itu pada salah satu wartawan biro Halmahera Selatan. Dirinya bersama Mantan Camat Wailuar-Obi (Halsel) Bapak Nyong di Desa Kampung Buton dan Bahrudin Desa Laiwui-Obi pergi kebun, disitu lah dia mendapat ancaman oleh pelaku.


Tadi saya bersama Pak Nyong eks Camat Wailuar dan Bahrudin pergi di kebun secara tiba-Tiba. 


Diduga Muhammad Lajira (Pelaku) kejar kami dengan menggunakan Sepeda Motor. Pelaku tersebut telah melakukan pengancaman." Kata (Djauhar). Jumat,(15/04) sekira pukul 16:30 Wit.


Sebelumnya pelaku menunggu kami di pertengahan jalan sampai pulang dari kebun kami melihat Pelaku sudah palang jalan menggunakan sepeda motornya dan saya juga melihat ada barang tajam yang di sembunyikan oleh pelaku ke dalam baju, bagian belakang.


"Disitu lah terjadi cekcok dan pelaku  tunjuk-tunjuk dengan jari dan melakukan pengancaman dengan keluarkan bahasa biadap, kurangajar dan pelaku menyebut, tadi kalau Pak Djauhar (Korban) bersama Wartawan disini maka saya akan pukul dan akan ada hal-hal lain yang terjadi." kata Djauhar.


Lanjut Dia. Pelaku bilang siapa yang suruh pak Djauhar dengan Wartawan masuk di areal tambang (Galian C) untuk mengambil gambar (foto) di areal tambang.


"Beruntung tidak ada Wartawan, kalau tidak, saya akan pukul kasih lapis dengan Pak Djauhar biar rasa dan tahu diri." terang (Djauhar) usai diancam pelaku.


Sambungnya, beberapa waktu lalu saya di dampingi Wartawan juga diancam pelaku yang bersangkutan. Jadi kejadian ini sudah berulang-ulang kali.


Untuk itu. Kami meminta Kapolres Halsel harus secepatnya tangkap pelaku, kalau tidak hal ini dapat membahayakan nyawa orang.


"Sebab pelaku terus lakukan perbuatan melawan hukum. Apalagi kejadian ini sudah berulang-ulang kali." jelas (Djauhar). 


(Tim/Jek/Red)