Istri Ade Armando Ternyata Bukan Orang Biasa, Siapakah Dia? Ini Profilnya -->

Header Menu

Istri Ade Armando Ternyata Bukan Orang Biasa, Siapakah Dia? Ini Profilnya

Wednesday, April 13, 2022


MATALENSANEWS.com-
KELUARGA sangat terpukul dengan pengeroyokan yang menimpa dosen UI, Ade Armando pada demo 11 April.

Ade dikeroyok hingga babak belur sampai celananya dilucuti.

Keluarga pun belum bisa berkomentar terkait kejadian tersebut.

Kini Ade dirawat intensif di Rumah Sakit Siloam, Jakarta Selatan.

Istri tercinta, Nina Mutmainah masih syok dengan peristiwa itu.

Kini dia hanya setia menemani di rumah sakit. Berikut ulasannya dari berbagai sumber, Selasa (12/4)

Sosok Nina Mutmainah
Istri Ade Armando, Nina Mutmainah menjadi orang pertama yang syok dan terpukul atas peristiwa yang menimpa suaminya.

Nina tentu tak menyangka kepergian Ade mengawal demo mahasiswa berakhir di rumah sakit.

Selama ini, sosok Nina memang jarang tersorot. Dalam website https://staff.ui.ac.id/n.mutmainah, disebutkan bahwa Nina merupakan dosen tetap di Universitas Indonesia (UI).

Nina mengajar di Departemen Ilmu Komunikasi FISIP.

Selain itu, dia juga menjabat sebagai Ketua Program D3 Komunikasi Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI dan Koordinator Bidang Studi Komunikasi Program Vokasi UI.

Pendiri YPMA

Tidak hanya mengajar, Nina rupanya wanita yang juga aktif berorganisasi.

Terbukti dia aktivis sekaligus pendiri YPMA (Yayasan Pengembangan Media Anak).

YPMA merupakan LSM media watch khusus media anak dan remaja.

Kegiatan YPMA yaitu memberikan pendidikan melek media (media literacy) bagi orangtua, guru, dan anak/remaja; mengadakan penelitian tentang penggunaan media oleh anak/remaja; serta menerbitkan newsletter panduan yang mengulas isi media (yakni Kidia).

Nina menjadi pemimpin redaksi Kidia.

Anggota Tim Ahli KPI Pusat

Selain itu, wanita kelahiran 26 Maret 1964 ini menjadi anggota Tim Panel/Ahli Komisi Penyiaran Indonesia Pusat untuk pemantauan acara TV.

Kemudian, dia aktif menjadi penulis dan pembicara di berbagai kegiatan, seperti diskusi, seminar, workshop tentang dampak media massa, media massa dan anak-anak atau remaja, media literacy.

Nina juga kerap kali menjadi juri untuk berbagai kompetisi yang terkait dengan buku, anak, dan budaya.(**)