Jelang Lebaran, Pengusaha Kue Kering "Awan Kitchen"di Salatiga Banjir Pesanan, Dwi:" Yang terpenting usaha saya ini bisa menjadi berkah bagi banyak orang" -->

Header Menu

Jelang Lebaran, Pengusaha Kue Kering "Awan Kitchen"di Salatiga Banjir Pesanan, Dwi:" Yang terpenting usaha saya ini bisa menjadi berkah bagi banyak orang"

Tuesday, April 12, 2022


Laporan: Teddy Mulyawan

SALATIGA,MATALENSANEWS.com - Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah menjadi berkah bagi pengusaha kue kering di Kota Salatiga. 


Setelah tahun 2020 - 2021 mengalami penurunan omset akibat pandemi Covid-19, maka tahun ini usaha rumahan pembuatan aneka kue kering mulai bangkit.


Seperti yang dialami Dwi Wahyu Astuti (33), owner Awan Kitchen Salatiga, warga Perum Asabri RT 04 RW 08 Kelurahan Randuacir, Kota Salatiga, Lebaran tahun ini dirinya kebanjiran pesanan kue kering. Tak hanya itu, ibu dua anak ini mengaku juga kebanjiran pesanan aneka snack untuk berbagai acara salah satunya acara buka bersama.


"Alhamdulillah tahun ini (pesanan) meningkat, tahun lalu saat  Covid-19 itu omset menurun 50 persen ini alhamdulilah naik lagi," katanya, kepada awak media, Senin, (11/4/2022).


Ia mengaku, pesanan kue sudah mengalir sejak  memasuki tiga hari Ramadan. "Hingga hari ini terus ada order. Pesanan bukan hanya dari dalam kota Salatiga juga, tapi juga merambah hingga Kabupaten Semarang dan sekitarnya,"ujar wanita berkelahiran 1987 silam.


Ketika ditanya soal harga, ibu rumah tangga yang akrab disapa Ayu menuturkan jika soal harga menyesuaikan pesanan."Moto kami usaha saya ini bisa menjadi berkah bagi banyak orang. Jadi soal harga maupun sedikit tidak apa-apa yang itu tadi, berkah,"tuturnya.


Disinggung soal kue favorit yang menjadi kegemaran konsumen, Ayu menyebut ada kue nastar, kastengel, pastel kering dan aneka kue kering lainya.


Bukan tanpa sebab kue buatan Ayu ini bisa mendapat pesanan hingga luar kota. Resepnya, kualitas rasa menjadi utama. "Kalau untuk rasa boleh dijamin, kami pakai bahan nomor satu,"bebernya.


Pemasaran kue kering Ayu  juga masih dijalankan secara konvensional, yakni dari mulut ke mulut dan media sosial whatsApp serta Facebook.


Ditanya soal omset, Ayu mengungkapkan memasuki bulan Ramadhan ini bisa mencapai jutaan rupiah.


Diberitakan sebelumnya, Ayu memulai bisnis tersebut sejak awal pandemi Covi 19 melanda dunia terkhusus Indonesia. Meski sempat jatuh bangun, baginya bukan menjadi soal asal tidak mudah putus asa.


Selain itu, sejak bisnisnya mulai berjalan dan bangkit tak jarang ia juga sering diundang untuk menjadi mentor dibeberapa tempat.(*)