Diduga Terpeleset Saat Bermain Di Kolam, Anak Usia 4,5 Tahun Ditemukan Dalam Keadaan Terapung -->

Header Menu

Diduga Terpeleset Saat Bermain Di Kolam, Anak Usia 4,5 Tahun Ditemukan Dalam Keadaan Terapung

Guntur Matalensa
Tuesday, May 31, 2022


MAGELANG,MATALENSANEWS.com-Seorang murid pendidikan anak usia dini (PAUD) berusia 4,5 tahun ditemukan meninggal dunia di sebuah kolam ikan yang berada di sekitar sekolahnya di Dusun Kricaan Mesir, Dusun Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang.


Kasihumas Polres Magelang AKP Abdul Muthohir mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (30/05/2022) sekitar pukul 10.00 WIB.


"Awal mula kejadian, saat korban  tidak ditemukan selesai jam istirahat di sekolah . Kemudian, dicari oleh saksi pertama (pengajar di PAUD)  disekitaran lingkungan sekolah. Ternyata, korban sudah ditemukan dalam keadaan mengapung di kolam ikan di sebelah sekolah PAUD itu,"ujarnya, pada Senin (30/05/2022).


Ia menambahkan, setelah ditemukan terapung saksi pertama  memanggil saksi kedua yang juga sama-sama pengajar untuk mengangkat korban.


Selanjutnya dibawa ke RSUD Sleman Yogyakarta namun sesampai di rumah sakit, korban telah dinyatakan meninggal dunia.


Adapun, hasil pemeriksaan Tim Identifikasi Polres Magelang  dengan tim Puskesmas Ngluwar yakni tidak ditemukan tanda tanda kekerasan dan penganiayaan.


Dijelaskan, terdapat memar di jidat kanan karena diduga terjatuh terpeleset karena lumutan dan licin karena pondasi kolam, dan korban mengeluarkan  cairan di hidung.


"Sehingga kesimpulannya, diduga korban terpeleset di kolam saat bermain sendirian karena licin dan tenggelam di kolam. Serta kurangnya pengawasan guru terhadap anak didiknya, atau lalai,"ucapnya.


Adapun dari kejadian ini, pihak keluarga sudah membuat  surat keterangan menerima senagai musibah dan tidak akan menuntut. Sehingga, dari kejadiaan naas tersebut tidak ada penetapan tersangka.


Sementara itu, terkait kolam yang memuat korban meninggal dunia diketahui memiliki kedalam 1,7 meter.


"Kalau untuk penutupan (kolam) belum ada ke arah sana. Tindak lanjut perlu  diberikan edukasi dan sosialisasi standar keselamatan,"urainya.(Wahyu Nugroho)