Ramadhan Berbagi, Tuti Nusandari Roosdiono Salurkan Beras Mbak Puan Maharani -->

Header Menu

Ramadhan Berbagi, Tuti Nusandari Roosdiono Salurkan Beras Mbak Puan Maharani

Wednesday, May 4, 2022


Semarang,MATALENSANEWS.com- Anggota DPR RI komisi IX Fraksi PDI Perjuangan Tuti N Roosdiono membagikan beras bantuan dari Puan Maharani Ketua DPR RI di Dapil 1 Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, Kota Salatiga, Kota Semarang, Minggu(24/04/2022).


Sebanyak 2.000 paket di distribusikan ke masyarakat yang di bagi ke 20 wilayah dengan sasaran masyarakat structural paryai, terutama yang terdampak covid 19. Dengan harapan paket beras yang di bagikan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdapak pandemi covid 19.


Tuti Nusandari Roosdiono menyampaikan bahwa ini merupakan bentuk gotong royong fraksi PDI Perjuangan dengan Puan Maharani dalam membantu masyarakat akibat pandemi. Diharapkan nantinya beras yang di distribusikan lewat pengurus PDI Perjuangan baik lewat pengurus DPC maupun PAC dapat benar benar sesui target dan bermanfaat.


"Saya sebagai anggota fraksi PDI Perjuangan di dampingi pengurus DPC, atas kepedulian dari Ketua DPR RI Mbak Puan Maharani, menyalurkan 2.000 paket beras di 20 titik, Mbak Puan Mengirim beras ini sekaligus titip salam buat bapak ibu semua, semoga bapak ibu semua diberi kesehatan", terang Tuti.


"Dengan gotong royong antara Fraksi PDI Perjuangan DPR RI dengan Puan Maharani, diharapkan sinergitas dengan pengurus di daerah dari DPC hingga ranting terus terjaga", tambah Tuti.


Sutimin salah satu warga sekaligus Ketua Ranting PDI Perjuangan Desa Jombor selaku penerima beras bantuan dari Puan Maharani dari Desa Jombor, Kecamatan Tuntang saat menerima bantuan merasa senang, di masa pandemi covid 19 ini masih ada perhatian dari ibu Puan Maharani ketua DPR RI melalui Tuti N Roosdiono, Anggota DPR RI komisi IX fraksi PDI Perjuangan.


"Alhamdulillah dapat bantuan beras dari ibu Puan Maharani melalui ibu Tuti N Roosdiono, Semoga beliau berdua di beri kesehatan dan riski yang melimpah", tambah Sutimin.(Tri)