Tuti Nusandari Roosdiono Berharap Kaum Milenial Menjadi Motor Penggerak 4 Pilar Kebangsaan -->

Header Menu

Tuti Nusandari Roosdiono Berharap Kaum Milenial Menjadi Motor Penggerak 4 Pilar Kebangsaan

Guntur Matalensa
Sunday, June 5, 2022


Salatiga,MATALENSANEWS.com-Generasi milenial harus menjadi motor untuk mensosialisasikan empat pilar kebangsaan. Sebab, di era globalisasi dan maraknya budaya luar yang masuk yang harus diimbangi dengan penguatan wawasan kebangsaan.


Hal tersebut dikemukakan Tuti Nusandari Roosdiono Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi PDI Perjuangan dari dapil 1 Jateng melalui sambungan teleconverence, dalam acara Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Hotel Maya Salatiga, Sabtu , (04/06/2022).


"Saya berharap mereka jadi motor untuk mensosialisasikan 4 pilar kebangsaan di daerah masing-masing," kata Tuti.


Menurut Tuti, Empat pilar Kebangsaan yang terus disosialisasikan oleh pihaknya dapat memberikan dampak positif bagi penerus bangsa terutama generasi milenial. Sehingga, generasi milenial dapat mengimplementasikan empat pilar kebangsaan dan juga dapat menjawab tantangan internal dan eksternal.


"Mereka harus bisa menghadapi tantangan dengan hal yang positif. Jangan sampai terkontaminasi. Dan jangan sampai tidak memahami empat pilar kebangsaan," tuturnya.


Tuti Nusandari Roosdiono berharap setiap organisasi maupun komunitas yang ada bisa memahami empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.


"Jangan kemudian mereka menangkap mentah-mentah informasi dari di luar yang mungkin tidak sesuai dengan etika dan bermasyarakat di kita," terangnya.


Sementara itu, Tri Joko selaku narasumber menambahkan, sosialisasi empat pilar kebangsaan menjadi bekal terutama bagi milenial untuk hidup berbangsa dan bernegara dengan baik.


Pasalnya, saat ini kesadaran terhadap pengalaman Pancasila mulai berkurang dan adanya berita hoax dapat mempengaruhi generasi milenial. Oleh sebab itu, ideologi Pancasila harus digencarkan agar Bangsa Indonesia semakin mantap dengan persatuan dan kesatuan.


"Di era globalisasi dan budaya asing yang masuk dapat menyebabkan pengaruh negatif lebih banyak. Dengan pembekalan empat pilar kebangsaan kepada pemuda agar lebih memfilter sehingga kondusivitas NKRI terus terjaga," tambah Tri Joko.


"Di kita ada berbagai macam agama dan adat istiadat, itulah yang harus dihargai oleh kita." lanjutnya.


Momentum Hari Kelahiran Pancasila yang jatuh pada 1 Juni kemarin juga kita harus kita rayakan seperti hari-hari besar lainnya. Dirayakan dalam artian kita amalkan, kita dalami lagi arti-arti dari 5 butir dalam Pancasila. Kita wajib menjadikan Pancasila sebagai landasan bernegara di Republik Indonesia Ini. Imbuh Tri Joko.(Tri)