Gawat, Warga Tertimpa Musibah, Bupati Pulau Taliabu Malah Plesiran Ke Jakarta -->

Header Menu

 


Gawat, Warga Tertimpa Musibah, Bupati Pulau Taliabu Malah Plesiran Ke Jakarta

Friday, August 5, 2022


BOBONG,MATALENSANEWS.com- Ada-ada saja, Bupati Pulau Taliabu, Aliong Mus biarkan warga masyarakat yang mengalami musibah banjir dan menghadapi sejumlah persoalan mengenai dampak ekonomi dari banjir, Bupati Pulau Taliabu justru plesiran keluar daerah dengan agenda yang tak jelas.


Lihat saja pekan lalu ketika warga diselimuti rasa was-was karena banjir yang merendam rumah-rumah mereka. Itu belum lagi rasa takut karena adanya ancaman tanah longsor dan gempa bumi seperti baru-baru ini. Ironisnya, dengan kondisi seperti itu, Bupati justru tidak berada di Jakarta seperti informasi yang berhasil diperoleh, Kamis (4/8/2022).


Sikap Bupati Pulau Taliabu yang terkesan tidak peduli dengan warganya serta doyan plesiran keluar daerah itu mendapat sorotan dari Akademisi Universitas Khairun Ternate. Dr. Muammil Sunan.


Muammil mengatakan, sebagai kepala daerah harusnya Bupati Aliong Mus lebih banyak meluangkan waktu didalam daerah bersama masyarakatnya dan bisa mengontrol jalannya pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh Pemkab Pulau Taliabu. Keberadaan Bupati didalam daerah kata Muammil akan membuat sang Bupati lebih memahami persoalan-persoalan yang dialami masyarakat.


"Bupati harusnya peduli terhadap segala bentuk masalah yang terjadi di daerah baik itu bencana alam maupun lainnya. Karena Bupati sudah dipilih rakyat sehingga harus dapat mengemban amanah," singgung Muammil Sunan, Kamis (04/08/2022).


Lebih lanjut Muamil lantas menyarankan agar Bupati mengurangi perjalanan-perjalan keluar daerah dan segera menyelesaikan soal bagaimana menangani banjir di daerah yang menimpa warganya itu.


"Warga yang terkena bencana alam sangat membutuhkan perhatian Pemkab khususnya Bupati yang sudah diberi tanggung jawab oleh rakyat dalam membangun daerah, jangan banyak keluar daerah apa lagi dengan agenda yang tidak jelas," sarannya.


Selain mendapat sorotan dari Akademisi Unkhair Ternate, kritikan lainnya juga datang dari Gerakan Pemuda Marhaen (GPM) Kabupaten Pulau Taliabu. 


Ketua GPM Pulau Taliabu, Lisman menyebut, Bupati Pulau Taliabu Aliong Mus  harusnya peka terhadap kondisi daerah dan hadir ditengah-tengah masyarakat yang membutuhkan solusi atas problem yang terjadi saat ini, bukannya justru pergi meninggalkan warganya dalam kondisi tertimpa bencana seperti itu.


"Bupati yang meninggalkan daerahnya disaat masyarakatnya sedang mengalami musibah itu disebut tidak bertanggungjawab. Sementara Bupati yang kebiasaannya berfoya-foya disebut tidak bermoral," sebut Lisman.


Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pulau Taliabu, Gafarudin membantah pernyataan GPM yang menuding perjalanan Bupati keluar daerah adalah untuk kesenangan semata. Dirinya beralasan, apa yang dilakukan Bupati diluar daerah adalah untuk kepentingan daerah.


"Bupati ke Jakarta itu ke Kemendagri untuk urusan berkaitan dengan luas wilayah Taliabu, karena itu berkaitan dengan peningkatan APBD kita, makanya Bupati harus berangkat bertemu langsung dengan pejabat Kemendagri karena masih ada data yang kurang dan harus di persiapkan Bupati," tandas Gafarudin Kadis Kominfo kepada Haliyora, Kamis (04/08/2022).


Berbeda dengan Kadis Infokom, Kepala Bagian Umum dan Protokoler Setda Kabupaten Pulau Taliabu, Jalil Setiawan justru mengatakan agenda Bupati Pulau Taliabu, Aliong Mus ke Jakarta itu dalam rangka koordinasi dengan Kementerian PUPR. Hanya saja, Jalil tak menguraikan secara detail maksud pertemuan dengan Kementerian PUPR tersebut.


"Informasi tadi pak Bupati sementara berkoordinasi dengan kementerian PUPR, sementara info yang saya tahu hanya itu saja," kata dia.


(*)