Kompolnas & Komnas HAM Diminta Ambil Ahli Kasus Mutilasi Warga Kasdam, Diduga Tim Forensik Polda Sulsel Bohongi Public -->

Header Menu

Kompolnas & Komnas HAM Diminta Ambil Ahli Kasus Mutilasi Warga Kasdam, Diduga Tim Forensik Polda Sulsel Bohongi Public

Thursday, August 18, 2022


HALSEL,MATALENSANEWS.com- Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas Ham) Republik Indonesia diminta keluarga korban Pembantaian dan Mutilasi Warga Kasiruta Dalam (Kasdam) Kecamatan Kasiruta Timur Kabupaten Halamahera Selatan, Provinsi Maluku Utara agar mengambil Ahli terkait kasus tersebut untuk melakukan autopsi ulang.


Dimana kasus mutilasi terhadap Almarhum Asri Iskandar Alam yang berlokasi di Kasiruta dalam itu hingga saat ini pelaku tersebut belum juga di tahan oleh pihak polres Halmahera Selatan Maluku Utara.


"Olehnya itu, permintaan keluarga korban  meminta dengan hormat kepada Kompolnas dan Komnas Ham agar mengambil ahli tersebut dan segera melakukan autopsi ulang." tegas  Ayah kandung dan Istri korban disertai identitas sebagai berikut:


Nama                      : Salim Iskandar Alam

Nik                           : 8204160107680010

Tempat/Tggl Lahir : Nanoang, 12 Mei 1968

Agama                     : Islam

Status                      : Kawin

Pekerjaan                : Wiraswasta

Alamat                     : Desa Kasiruta Dalam   Kecamatan Kasiruta Timur Kabupaten Halamahera Selatan

Selaku Ayah Kandung Korban Sdr. Asri Iskandar Alam


Nama                      : Ina Ismail Binti Ismail Rajak

Nik                           : 8204160107930001

Tempat/Tggl Lahir : Jeret, 01 Juli 1993

Agama                     : Islam

Status                      : Kawin

Pekerjaan                : Petani/Pekebun

Alamat                     : Desa Jeret Kecamatan Kasiruta Timur Kabupaten Halmahera Selatan

Selaku Istri Korban Sdr, Asri Iskandar Alam sesuai Kutipan Akta Nikah dengan surat nomor: 38/08/02/2013. Tanggal 25-02-2013.


Kata ayah kandung korban Salim Iskandar Alam, sangat kecewa atas dugaan kebohongan oknum tim forensik biddokkes Polda Sulawesi Selatan terhadap keluarga korban terhadap Publik.


Karena, kami pihak keluarga korban sangat kecewa terhadap sampel organ tubuh yang di ambil tim forensik dari Polda Sulawesi Selatan dan menjanjikan kepada kami bahwa hasil pemeriksaan sampel ke Lap DNA dan Laboratorium akan diserahkan ke penyidik polres Halmahera Selatan kurang lebih satu bulan lamanya.


"Namun terhitung sejak penggalian Makam milik korban untuk di autopsi dan pengambilan sampel dari tanggal 12 Juni 2022 sampai hari ini sudah dua (2) bulan lebih hasilnya belum juga ada." tutur (Salim).


Sambungnya, saya yakin anak saya meninggal akibat di bunuh dengan cara mutilasi. Namun sejak awal penyelidikan sudah terdapat banyak kejanggalan hingga diadakan autopsi.


"Saya memohon agar Kompolnas dan Komnas Ham mengambil ahli dan melakukan Autopsi ulang dalam waktu yang tidak terlalu lama." harap keluarga korban 


Selang berapa menit, Istri Korban Ina Ismail selaku ibu rumah tangga juga dengan penuh tangisan dan penderitaan terhadap ketiga orang anak yang belum bersekolahnya. Namun ditinggalkan sang suaminya. 


"Saya berharap Kompolnas dan Komnas Ham dapat menindaklanjuti kasus kematian Almarhum Suami saya telah dibunuh secara sadis itu. Sehingga masyarakat dapat mengetahui motif pelaku yang membunuh suami saya." Pinta (Ina).


"Terpisah, dr. Denny ,Sp.F,M.Kes. selaku perwakilan tim Forensik Biddokkes Polda Sulawesi Selatan di konfirmasi salah satu Awak Media biro Halmahera Selatan melalui telepon dan via pesan Watshapp, telah membenarkan, sampel organ tubuh milik korban dan sampel milik kedua orang tua kandung korban telah diserahkan ke Mabes Polri dan Universitas Hasan Nudin Sulawesi Selatan.


Untuk hasil DNA diperiksa di lab DNA pusdokes cipinang jakarta dan kami juga tidak tahu apa yang menjadi kendala dalam pemeriksaan disana.


"Jadi kami menunggu saja hasilnya mereka." Kata (Denny). Rabu,17/8/2022 sekitar pukul 17:43 Wit.


Selain itu, kata Denny sampai saat ini dirinya  belum mendapat informasi dari Mabes Polri dan pihak berwenang di Universitas Hasanudin. 


Belum ada informasi dari sana dan sering ditanyakan karena Kami juga tidak akan tinggal diam. 


Sementara ini masih di proses dan hasilnya akan sampaikan bila sudah keluar. 


Dengan begitu ditanya terkait kasus kematian Almarhum Asri Iskandar Alam dibunuh secara mesterius itu. 


Apakah di Polda sulawesi Selatan belum memilik Lap DNA dan Laboratorium sehingga semua sampel di periksa di tempat yang berbeda.


Denny tetap menjawab, DNA diperiksa di lab Mabes Pusdokes Cipinang Jakarta." katanya. (Tim/Jek /Redaksi)