Proyek Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Pakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dan Pasca Sarjana IAIN Salatiga Diduga Proyek Siluman -->

Header Menu

Proyek Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Pakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dan Pasca Sarjana IAIN Salatiga Diduga Proyek Siluman

Saturday, August 13, 2022



SALATIGA,MATALENSANEWS.com-Pengerjaan Proyek Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Pakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dan Pasca Sarjana IAIN Salatiga yang dikerjakan oleh Rekanan PT.DEBITINDO JAYA CV. diduga proyek siluman tanpa adanya papan nama pagu proyek, Sabtu (13/8/22). 


Untuk diketahui, pembangunan infrastruktur fisik dewasa ini mensyaratkan adanya feedback atau umpan balik dari semua elemen masyarakat yang ada untuk mengontrol transparansi anggaran publik. 


"Bagaimana tidak, tansparansi publik menjadi harapan untuk mengurangi korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di segala sendi kehidupan berbangsa dan bernegara."


Terkait dengan tujuan tersebut, salah satu peraturan yang diterapkan adalah wajibnya pemasangan papan nama pengumuman oleh para pelaksana proyek, sesuai dengan prinsip transparansi anggaran.


Transparansi anggaran sudah menjadi keharusan dilaksanakan pemerintah dalam menjalankan program kerjanya. Dimulai sejak awal sampai akhir sebuah proyek yang dilaksanakan pemerintah. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan tender, sampai pelaksanaan proyek.


Aturan tersebut sudah jelas tertera dalam UU No. 14 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. Selain UU KIP, ada beberapa aturan lain yang mempertegas tentang transparansi pelaksanaan program pemerintah.



Sementara itu, Ketua LMPI Kota Salatiga Arief S menggatakan, ada keanehan dengan pembangunan proyek ini, karena papan nama tanpa ada jumlah pagu, dan diduga alat berat menggunakan solar subsidi.


Namun saat pengerjaan kontraktornya  terkesan nakal dengan mengabaikan papan nama proyek, kami sudah melakukan investigasi lapangan memang papan proyek ada dilokasi tapi jumlah pagu proyek tidak dicantumkan,ini menjadi tanda tanya besar..?


Sepertinya rekanan sengaja ingin menyembunyikan informasi anggaran agar tidak diketahui publik, ungkap Arief S.


Sedangkan dalam pengamatan Kami di lokasi proyek, kami menemukan beberapa kejanggalan diantaranya, nilai pagu tak tercantumkan, campuran lantai kerja tanpa takaran serta dalam proses pekerjaan dengan tidak melengkapi APD (K3).


Tiem