Waspada! Ini Modus Penipuan di Bukalapak, Pesan Korek Zippo Dikirim Parfum Abal-abal -->

Header Menu

Waspada! Ini Modus Penipuan di Bukalapak, Pesan Korek Zippo Dikirim Parfum Abal-abal

Saturday, August 6, 2022

Laporan: Guntur S/Wahyu


SALATIGA,Matalensanews.com - Arus diakui, keberadaan sejumlah situs jual beli online memang cukup membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. 


Tak perlu pergi jauh-jauh untuk membeli barang yang kita butuhkan. Cukup nyalakan ponsel, cari barang di situs tersebut, bayar, dan cling pesanan pun sampai di rumah kita.


Sayangnya, tak semua proses pembelian berjalan seperti cerita di atas. Karena para pembeli di marketplace yang ada saat ini merupakan target dari para pelaku kejahatan penipuan. Seperti sejumlah kasus penipuan yang pernah dialami para buyer di situs Bukalapak.

Parfum abal abal yang dikirim pelapak.


Seperti dialami MN warga Salatiga salah satu konsumen yang menjadi korban dugaan penipuan. Diceritakanya, awalnya ia membeli korek Zippo di pelapak bernama Rizqieshoop seharga Rp 78 ribu ditambah jasa pengiriman.


"Saya memesan korek Zippo pada 2 Agustus 2022 sekira pukul 04.21 wib, dengan nomor pesanan BL2217VA9VDTINV. Setelah pesanan saya membayar melalui BCA totalnya sebesar Rp 102.262,"kata MN.


Setelah itu pesanan dikirim oleh pelapak. Kiriman pun kami terima."Kagetnya ternyata isinya parfum abal abal yang paling harganya sekitar Rp 20 ribu saja,"terangnya.


Kamipun mengajukan komplain ke pihak Bukalapak dan ditanggapi. Selanjutnya diminta untuk retur dan barang akan diganti.


"Ya kalau barang yang dikirim rusak atau warna tidak sesuai itu wajar dan saya maklum. Lha ini, pesannya korek Zippo dikirimnya parfum abal abal tanpa merk. Ini jelas penipuan,"tandasnya.


"Oleh Bukalapak saya disarankan untuk retur ke alamat pelapak. La buang buang waktu saja. Jelas dari awal pelapak niatnya tidak baik dan menipu,"jelasnya.


Untuk pihak Bukalapak kami ucapkan terimakasih yang telah merespon aduan kami dengan cepat. Dan saya hanya berharap akun pelapak seperti itu ditindak saja sebelum banyak korban.


"Kontak WA pelapak kita hubungi juga tidak merespon dan pesan hanya dibaca saja. Memang transaksinya nominalnya kecil, tapi kalau korbannya banyak kan kasihan konsumen. Saya juga sudah berkoordinasi teman teman yang ada disekitar alamat pelapak untuk kronscek,"pungkasnya.


Sekali lagi saya sampaikan, lanjut MN, bukan masalah nominalnya tapi mengingatkan agar masyarakat lebih hati hati saat membeli barang via online.(*)