Wabup dan Kadiknas Pulau Taliabu: Sama Sekali Tidak Dihargai Oleh Kwarcab -->

Header Menu

Wabup dan Kadiknas Pulau Taliabu: Sama Sekali Tidak Dihargai Oleh Kwarcab

Thursday, September 1, 2022


TALIABU,MATALENSANEWS.com-Wakil Bupati Pulau Taliabu, Hi. Ramli, sangat menyayangkan adanya keluhan orang tua dengan menyalahkan pihak terkait terutama Pemda atas keterlambatan pemulangan peserta Jambore Nasional Tahun 2022.


Dirinya mengaku bahwa persoalan keberangkatan ke Jamnas tahun 2022, pihak pemda sama sekali tidak diinformasikan baik dari seleksi sampai pada trening center.


Anehnya lagi, pemda ketahui pada saat pelepasan yang juga nilai dadakan.


”Sebenarnya, Saya malas untuk mengomentarinya. Namun, karena orang tua yang mulai resah, maka saya jawab, bahwa Pemda sama sekali tidak dilimbatkan sejak awal dan ini kita akan telusuri siapa di balik ini,”katanya.


Bahkan, dirinya mengaku mengetahui keluhan ini berasal dari rekan-rekan media dan sejak awal saya selaku wakil Bupati tidak ingin melepas, karena ketidakjelasan itu.”Waktu mau melepas saya pertanyakan, bahkan Pembina (achun, red) yang selalu mendampingi anak-anak selama kegiatan di daerah tidak kelihatan. "Hingga, saya berpikir ini ada apa-apanya,”tuturnya.


Dan terkait orang tua yang mengirim anggaran pribadi berupa uang saku itu? Pemda akan menelusuri, karena ada anggaran Pramuka yang dicairkan tanpa ada kegiatan dan nilainya juga sangat fantasis.


”Jadi untuk orang tua yang sempat mengirim anaknya uang, mohon bersabar kita akan telusuri anggaran yang dicarikan tanpa kegiatan dan kita akan meminta untuk dikembalikan,”cetusnya.


Hingga itu, sebelum persoalan ini selesai saya akan meminta kepada Bupati selaku Mabicab dan meneruskan ke Kwarda Maluku Utara, agar kegiatan kepramukaan dilingkungan Kwarcab Pulau Taliabu dipending, karena banyak persoalan.


”Saya masih akan melakukan koordinasi dengan Pa Bupati terkait anggaran yang dicairkan tanpa ada kegiatan dan meminta untuk menghentikan kegiatan Kwarcab, karena dinilai tidak sehat,”kata Hi. Ramli.


Sementara itu, terkait dengan Dinas Pendidikan yang ikut terbawah-bawah dalam masalah ini, melalui Kadis Pendidikan Hj. Citra Puspasari Mus, mengaku kalau pihaknya tidak diberikan informasi baik melalui lisan maupun tulisan atas permintaan untuk melakukan seleksi peserta Jamnas  yang berlangsung sejak 14 sampai dengan 21 Agustus 2022, di Buperta Cibubur, Jakarta Timur.


”Kami sama sekali tidak disurati, padahal siswa yang dibawah itu adalah tanggungjawab Dinas Pendidikan, ini mencoreng nama baik pendidikan dan kita akan mengambil sikap baik kekepala sekolah maupun pendampingnya,”akunya.



Bahkan, dirinya mengaku kaget ketika pulang dari kegiatan di Jakarta dan berada di Luwuk, salah satu sopirnya mengaku ada kontingen Pramuka dari Taliabu untuk Jamnas dan sontak saja mengaku menyalahkan salah satu Pembina (achun, red) yang tidak menginformasikan kegiatan ini.


”Pas saya mau kembali ke Bobong dengan spead, salah satu sopir menginformasikan kalau ada peserta Pramuka dari Taliabu, saya langsung bilang kenapa achun sampe hati tidak kasih informasi,”jelasnya.



Hingga itu, dirinya mengaku kalau persoalan ini sejak awal dikoordinasikan dengan baik maka dinas pendidikan tetap akan berkoordinasi baik keberangkatan, uang saku dan kepulangan.”Kalau awalnya ada koordinasi pasti pemda melalui dinas pendidikan tetap akan memperhatikan hal ini,”katanya.



Ketika ditanya langkah apa yang akan dilakukan? Dirinya mengaku akan memanggil sekolah yang mengirim peserta dan akan berkoordinasi dengan Bupati dan Wakil Bupati terkait masalah ini, karena ini dinilai melecehkan instasi yang saya pimpin.”Saya tidak disurati, malah saat bermasalah saya ikut dilimbatkan,” tandasnya. (Jek/Red)