Seorang Warga Masyarakat Ibukota Bobong Bersimbah Darah di Kantor Bupati Baru, Ini Penyebabnya -->

Header Menu

Seorang Warga Masyarakat Ibukota Bobong Bersimbah Darah di Kantor Bupati Baru, Ini Penyebabnya

Guntur Matalensa
Friday, November 11, 2022


BOBONG,MATALENSANEWS.com - Kantor Bupati Pulau Taliabu terletak di sebuah tempat yang relatif jauh dari pemukiman penduduk, di tengah hutan belantara, di atas sebuah bukit dengan tanjakan curam sehingga orang yang hendak berpelesir ke sana harus meyakinkan dahulu dirinya bahwa dia sudah cukup terlatih mengendarai kendaraan di tempat tempat ekstrim.


"Bupati Alion Mus adalah bupati pertama di Pulau Taliabu dan menjabat 2 periode. Kantor yang telah dirintis pembangunannya di awal peride pertama akhirnya kelar dan diresmikan di penghujung periode II masa pemerintahannya, yaitu hari Kamis 10 November 2022 tepat pada peringatan hari pahlawan," imbu ketua DPC Gerakan Pemuda Marhaenis Pulau Taliabu Lisman disapaa bung Dex, pada media ini. Jumat, 11/11/2022, siang tadi.


Kata dia, Setelah melewati sebuah penantian yang panjang, akhirnya hari itu tiba juga. Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu dan menimbulkan euforia tersendiri di hati warga masyarakat ibukota Bobong Pulau Taliabu dan menjadi momen membanggakan buat pemerintah daerah. 


Berduyun duyun warga dari berbagai lapisan, menuju kantor bupati itu dengan perasaan berbunga bunga walau tanjakan maut yang menghadang itu cukup membuat nyali ciut gemetaran. 


"Ada sebagian warga yang sejenak membuang perasaan gengsinya dengan memarkir kendaraan di bawah bukit dan mendaki dengan berjalan kaki, namun bagi yang tidak mau kehilangan gengsi mereka tetap memacu kendaraan mereka walau harus mengambil resiko yang lumayan besar," papar Dex, dengan penuh derita karena bukit, akhinya seorang warga bercucuran darah atau gigi dimakan jalan.


Bung Dex bilang, Sampai saat ini, alasan memilih lokasi untuk membangun kantor bupati itu masih menjadi misteri bagi banyak orang. Namun hal yang pasti, semenjak menjelang peresmiannya, dua buah motor dengan tiga orang korban telah terjungkal di tanjakan menuju bangunan kantor itu.


"Dan akibatnya tidak bisa dianggap sepele, korban yang jatuh di hari peresmian itu digotong dalam keadaan lemas dengan muka bersimbah darah, sementara motornya terlempar jauh ke jurang," tuturnya.


Lanjut dia, tidak bisa dibayangkan bagaimana sulitnya para pekerja ketika mengangkut bahan bahan material bangunan itu. Itu juga mungkin alasan kenapa kantor itu lama baru selesai dibangun. 


Kita bisa menduga, mungkin sudah banyak korban jalan curam itu yang tidak diketahui banyak orang sehingga tidak sempat terekspos secara meluas.


Salah seorang warga berkomentar bahwa ini bisa menjadi pertanda buruk dan menjadi awal yang kurang baik untuk negeri ini. 


Bagaimana tidak, menjelang H -1 dan di hari peresmiannya sudah ada kecelakaan. Ini juga akan menjadi masalah ketika kantor itu digunakan.


Jalan tanjakan yang curam akan mempersulit para pegawai yang berkantor dan semua akan bermuara pada kurang lancarnya kegiatan pelayanan. 


"Para pegawai itu harus berlatih terlebih dahulu teknik membawa kendaraan di Medan ekstrim itu sebelum fokus memikirkan pekerjaan di sana," bebernya.



GPM Pulau Taliabu menilai, pemilihan lokasi kantor itu tidak berdasarkan pertimbangan rasional, tidak mempertimbangkan efisiensi pelayanan, dan sangat minim dari pertimbangan kemaslahatan ummat.


"Itu adalah gambaran bahwa pemerintah daerah tidak pernah memikirkan pelayanan efektif kepada masyarakat dan percepatan pembangunan di negeri ini." cetusnya. (Jek/Redaksi)