Miris! Guru MI di Boyolali Masih Hidup saat Dibuang ke Bengawan Solo -->

Header Menu

 


 


 


 


 


 


Miris! Guru MI di Boyolali Masih Hidup saat Dibuang ke Bengawan Solo

Rabu, 10 Mei 2023


Boyolali,MATALENSANEWS.com- Guru Olahraga di MI Al Islam 3 Ngesrep, Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Joko Siswoyo, 23, dalam kondisi masih hidup saat dibuang ke aliran Sungai Bengawan Solo.


Hal itu diperkuat dari hasil visum terhadap jenazah korban. Kapolres AKBP Jerrold Hendra Yosef Kumontoy mengungkapkan penyebab kematian korban sesuai hasil visum dikarenakan tenggelam.


“Jadi korban dalam kondisi masih hidup saat dibuang pelaku ke Bengawan Solo,” ungkap Kapolres dalam jumpa pers kepada wartawan, Senin (8/5/2023) malam. 


Kapolres mengatakan tubuh korban dimasukkan ke dalam karung yang diikat dengan menggunakan tali. Saat dimasukkan ke dalam karung ini, korban tengah dalam kondisi tak sadarkan diri alias sekarat setelah dihujam pukulan di bagian kepala oleh pelaku Agung Nugroho yang tidak lain rekan korban.


Agung Nugroho, 20, merupakan warga Jagalan, Jebres, Solo. Pelaku menghabisi korban di area persawahan di wilayah Suruhkalang, Jaten, Kabupaten Karanganyar. 


Dalam aksi pembunuhan ini dilakukan Agung Nugroho dibantu pelaku lain, Gilang Adi Pratama.


“Dalam kondisi sekarat korban dimasukkan dalam karung dan diisi tiga buah paving dan diikat menggunakan kawat,” kata Kapolres. 


Pelaku lantas membawa karung dengan menggunakan sepeda motor korban Honda Beat Nopol AD 4950 AHD dari lokasi area persawahan Suruhkalang menuju aliran Sungai Bengawan Solo tepatnya di wilayah Mojolaban, Sukoharjo. 


Hingga jasad korban ditemukan mengapung di aliran Sungai Bengawan Solo tepatnya di Dukuh Dingin, Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat pada Kamis (4/5/2023).


Saat ini, kedua pelaku tengah diamankan Polres Karanganyar berikut barang bukti (BB) di antaranya sepeda motor Honda Revo Nopol AD 6261 RT milik pelaku. Kemudian sepeda motor Honda Beat Nopol AD4950 AHD, jaket, kaus sandal warna biru milik korban. Saat ini satu orang pelaku, berinisial G masih dalam pengejaran polisi.


“G ini kakak beradik dengan pelaku Gilang Adi Pratama. Tapi G perannya hanya menyiapkan alat dan karung. G tidak tahu kalau alat itu digunakan untuk membunuh korban,” kata Kapolres.(GT)