Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

 


Minggu, 10 September 2023, 1:31:00 PM WIB
Last Updated 2023-09-10T06:31:01Z
NEWSSosok

Sosok Perwira Pasukan Tengkorak Kostrad TNI Penemu Sumur Harta Sarang OPM, Ternyata Anak Petani

Advertisement

Lettu Inf Abdul Basyir

MATALENSANEWS.com-S
osok dari perwira Batalyon Infanteri Para Raider 305/Tengkorak, Kostrad, TNI Angkatan Darat yang menjadi aktor penting dari penemuan sumur harta.


"Saya mulai daftar sejak tahun 1996, tapi akhirnya baru bisa lulus 2001 melalui Secaba PK di Kodam III Siliwangi," kata Lettu Inf Abdul Basyir.


Sebenarnya setelah lulus Secaba PK, ia tak langsung bergabung dengan Kostrad. Karena ia hampir saja masuk ke Korps Baret Merah, Komando Pasukan Khusus (Kopassus). 


Tapi karena belum nasibnya, ia gugur diseleksi kedua. "Akhirnya kena werving masuk Kostrad, setelah selama 7 bulan menjalani tradisi Cakra di Sangga Buana. Nah dari situ dapat penempatan di Brigif 3 Kariango, itu pada akhir 2001," ujarnya.


Ketika baru 7 bulan berdinas di Brigade Infanteri Para Raider 3/Tri Budi Sakti, yaitu di Batalyon Infanteri Para Raider 432/Waspada Setia Jaya, Ia diberangkatkan ke Aceh untuk melaksanakan operasi militer. 


Dua tahun ia berada di negeri Serambi Mekkah dan baru kembali ke Maros, Sulawesi Selatan pada 2004. Sebagai prajurit pasukan pemukul reaksi cepat lintas udara, penugasan operasi militer bukan hal yang aneh. Terbukti baru empat bulan di markas, ia harus kembali angkat senjata melaksanakan penugasan.


Setahun di Lebanon, 2008 ia lalu kembali ke Maros. Namun,dua tahun kemudian tepatnya 2010, Lettu Inf Abdul Basyir harus kembali masuk belantara Papua dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-PNG untuk wilayah Merauke. Ternyata tak cukup dua kali ia harus bertugas di Papua, karena pada 2013 sampai 2014 Yonif PR 432/WSJ mendapatkan penghargaan untuk bergerak lagi ke Papua, sebagai Satgas Pamtas Papua di Jayapura.


"Pada 2015 saya mengajukan diri untuk pindah karena kita dapat musibah. Waktu itu tahun 2016 ditawari pindah ke Markas Kostrad," ujarnya. Tak lama berdinas di Ibukota Jakarta, tiba-tiba saja ia ditawari untuk mengikuti Sekolah Calon Perwira (Secapa). Awalnya ia berniat ikut Secapa. Hanya saja setelah mendapat dukungan dari Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, ia pun mengikuti Secapa 2017.


Usai menyandang pangkat Letnan Dua, surat perintah tugas terbit, dengan penempatan di Brigif 17 Sakti Budi Bhakti dengan tujuan Yonif Para Raider 305/Tengkorak. Rupanya setelah pindah ke Karawang, ia harus kembali masuk Papua, sebab pada 2019, Pasukan Tengkorak dikerahkan untuk melaksanakan operasi Satgas Pamtas Mobile di Kabupaten Lany Jaya.


"Sebenarnya ibu saya sempat melarang karena beliau bilang 'jangan berangkat tugas terus masa enggak capek' tapi karena tugas akhirnya diizinkan. Dan sebulan pulang, ibu meninggal. Beruntung masih bisa melihat ibu melalui videocall saat sakratul maut sampai dimakamkan," ujarnya. Dan pada 2022, bersama dengan Raja Aibon Kogila, ia kembali ke Papua dan ditugaskan di Kabupaten Intan Jaya, hingga akhirnya baru beberapa bulan di sana, ia menemukan sumber air dari sumur yang digali di belakang Pos Koper.


Lettu Inf Abdul Basyir merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Ia putra dari pasangan Haji Gapeng dan almarhum Hajah Rohati. Ayahnya hanyalah seorang petani. 


Sejak dilahirkan pada 22 November 1978 ia tumbuh dan besar di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Usai menamatkan pendidikan di SMK Wijaya Kusuma, ia bercita-cita untuk menjadi seorang tentara. "Bapak memang cuma petani, motivasi itu, saya enggak mau keluarga saya diremehkan, jadi saya mau mengangkat derajat martabat keluarga," katanya.


Akhirnya ia pun mencoba mendaftar jadi tentara. Sayangnya orang-orang sekitarnya seperti tetangga dan saudara-saudaranya mengolok-olok. "Mana mungkin anak petani jadi tentara, jadi orang besar. Apalagi jarang orang Betawi asli jadi tentara," ujarnya. Perjuangannya hidupnya untuk bisa menggapai cita tak mudah, karena ternyata ia harus beberapa kali mendaftar sampai akhirnya lulus menjadi seorang Bintara.


Daftar gagal nih, saya kerja di PT, ngojek sampai jadi tukang becak untuk cari uang buat daftar lagi, namanya juga butuh biaya untuk administrasi dan lainnya," kata pria yang kini menjabat Komandan Kompi Senapan Yonif Para Raider 305 Tengkorak itu. 


Sementara itu, menurut Lettu Inf Basyir di balik keberhasilan menemukan sumber air di Pos Koper ada sosok yang menjadikannya tertantang untuk berpikir dan bergerak mensejahterakan prajurit. “Kita termotivasi dari Komandan (Raja Aibon Kogila-red). Bagaimana seorang perwira itu berpikir dan berpikir untuk kesejahteraan, jadi kita tertantang, komandan kasih tantangan,katanya.(GT)